Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bekerja sama dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Budi Mulya telah sukses menyelenggarakan program Pesantren Marjinal Cahaya Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan mulia ini diikuti oleh 100 anak yatim yang berlokasi di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Program tersebut bertujuan untuk memberikan dukungan komprehensif bagi anak-anak marjinal.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menegaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya fokus pada bantuan materi. Lebih dari itu, program ini juga menekankan pentingnya edukasi serta asupan rohani bagi para peserta. Hal ini membuktikan pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang inklusif dan merata.
"Pesantren Marjinal Cahaya Ramadhan adalah jembatan kasih sayang dari para muzaki untuk anak-anak kita yang berada di garis marjinal," kata Saidah. Ia berharap anak-anak yatim di Banyuwangi memperoleh motivasi kuat agar memiliki mentalitas pemenang dalam menghadapi masa depan mereka.
Advertisement
Advertisement
Saidah Sakwan menambahkan bahwa fokus utama Baznas RI melalui program ini adalah memberikan akses pendidikan agama yang berkualitas bagi mereka. Program ini menyasar mereka yang selama ini kurang terjangkau oleh fasilitas serupa. Ini merupakan komitmen Baznas dalam pemerataan pendidikan dan kesejahteraan.
Dengan mengusung tema "Jalan Cahaya", kegiatan ini diharapkan menjadi wasilah bagi lahirnya generasi emas yang berakhlakul karimah. Baznas berkomitmen untuk hadir di tengah-tengah masyarakat, memastikan setiap anak bangsa memiliki hak yang sama. Mereka berhak merasakan kemuliaan dan keberkahan bulan suci Ramadhan.
Program Pesantren Marjinal Baznas Banyuwangi ini menjadi bukti nyata kepedulian terhadap masa depan anak-anak yatim. Mereka tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga didorong untuk memiliki karakter kuat. Ini penting untuk menghadapi berbagai tantangan hidup.
Advertisement
Advertisement
Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi, Guntur Priambodo, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Baznas RI ini. Menurutnya, sinergi antara Baznas RI dan pemerintah daerah sangat krusial. Kolaborasi ini memperkuat nilai keagamaan sekaligus membangun semangat kebersamaan di masyarakat.
"Kami memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini," ucap Guntur Priambodo. Ia menambahkan bahwa sinergi tersebut adalah kunci untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan. Hal ini juga mempererat semangat kebersamaan di tengah masyarakat kita.
Dalam kegiatan Pesantren Marjinal Baznas Banyuwangi ini, para peserta mengikuti berbagai sesi. Ini termasuk kajian keislaman, pembinaan akhlak, motivasi diri, serta pendampingan ibadah Ramadhan. Semua dikemas secara interaktif dan edukatif.
Advertisement
Advertisement
Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman agama anak-anak yatim. Lebih jauh, program ini bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri serta membangun cita-cita besar mereka. Ini penting sebagai generasi penerus bangsa yang berdaya saing.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan peserta, Baznas turut menyalurkan 100 kemasan susu ukuran 1 liter. Susu ini diberikan kepada seluruh peserta Pesantren Marjinal Baznas Banyuwangi. Tujuannya adalah untuk mendukung kesehatan fisik anak-anak yatim di Banyuwangi.
Inisiatif ini mencerminkan pendekatan holistik dalam membantu anak-anak yatim. Mereka tidak hanya mendapat bimbingan spiritual dan mental, tetapi juga dukungan nutrisi. Hal ini penting untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal mereka.
Advertisement
Sumber: AntaraNews