Arsip-Arsip Hangus, Seberapa Parah Dampak Kebakaran di Kementerian ATR/BPN?
Kebakaran di Gedung Kementerian ATR/BPN pada 8 Februari 2025 menimbulkan kekhawatiran akan kerusakan dokumen penting.
Kebakaran yang terjadi di Gedung Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pada 8 Februari 2025 telah menimbulkan kekhawatiran serius terkait kerusakan dokumen dan data penting.
Meskipun gedung sedang kosong sehingga tidak ada korban jiwa, peristiwa ini mengakibatkan kerugian material diperkirakan mencapai Rp 400 juta.
Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, menyatakan belum dapat memastikan kondisi berkas-berkas penting yang tersimpan di dalam gedung tersebut. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, namun dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, kemungkinan dari komputer yang tidak dimatikan.
Langkah-Langkah Pemulihan Dokumen dan Data
Meskipun detail upaya pemulihan belum dipublikasikan secara resmi, pengalaman kebakaran sebelumnya, seperti di Kantor Pertanahan Kabupaten Brebes pada Juli 2023, memberikan gambaran langkah-langkah yang mungkin dilakukan Kementerian ATR/BPN.
Proses pemulihan diperkirakan akan meliputi beberapa tahapan penting. Masyarakat yang terdampak kebakaran dan mengalami kehilangan dokumen penting terkait aset tanah diminta untuk segera melapor ke kantor ATR/BPN.
Mereka perlu membawa dokumen pendukung seperti KTP, surat kuasa (jika ada), Surat Tanda Terima Dokumen (STTD), bukti pembayaran, dan salinan sertifikat atau akta untuk mempercepat proses pemulihan.
Pencegahan Kebakaran di Masa Mendatang
Kejadian kebakaran di Gedung Kementerian ATR/BPN ini menyoroti pentingnya langkah pencegahan untuk melindungi dokumen dan data penting. Peristiwa ini menjadi pengingat akan perlunya peningkatan sistem pencadangan data dan penyimpanan arsip yang lebih aman.
Digitalisasi data dan penyimpanan di lokasi terpisah dapat meminimalisir risiko kehilangan data akibat bencana.Selain itu, perbaikan sistem kelistrikan dan pemeliharaan rutin peralatan elektronik sangat krusial untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Kementerian ATR/BPN perlu melakukan pengecekan berkala terhadap seluruh sistem kelistrikan dan memastikan semua peralatan elektronik dalam kondisi baik. Penerapan Program Arsip Vital sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan juga perlu dipertimbangkan untuk memastikan perlindungan arsip penting negara.
Nusron Wahid Lihat Kementerian ATR/BPN Terbakar: Apinya Cukup Gede
Kebakaran terjadi di Gedung Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sabtu (8/2/2025) malam, turut mengundang perhatian Nusron Wahid. Sebagai orang yang memimpin di Kementerian itu, Nusron ikut memantau proses pemadaman api.
Nusron tiba di kantornya pada pukul 23:40 WIB, usai menghadiri Haul di bilangan Jakarta Barat.
"Aku kebetulan tadi dari Jakbar, ada haul. Tadi pas di Jalan tol langsung dikabari, langsung saya ke sini. Saya sampai sini jam 23.40 WIB," kata dia kepada wartawan, Minggu dini hari.
Nusron mengatakan, dia berkoordinasi dengan petugas damkar setempat. Informasi sementara, sumber api berasal dari lantai satu, tepat di Gedung Humas.
"Di lantai 1, kejadian jam 23.10 WIB," ujar dia.
Nusron mengaku sempat melihat si jago merah mengamuk dan melumat seisi ruangan.
"Tadi pas datang ke sini cukup gede apinya, saya masih liat apinya tadi cukup gede. (Sekarang udah padam jam 00.15 WIB," ujar dia.
Nusron mengatakan, sebelum kebakaran terjadi petugas sempat melihat ada komputer pegawai yang tidak dimatikan.
"Jadi tadi ini kebetulan tadi itu kayanya ya itu ada petugas itu, pegawai, komputernya itu enggak dimatikan. Lalu kejadian ketahuan sama sekuriti," ujar dia.
Lebih lanjut, Nusron juga belum bisa berkomentar terkait dampak kebakaran, termasuk berkas-berkas apa saja yang ikut ludes.
"Nah itu belum tahu. Kita masuk duluan, Kita kan belum masuk," ujar dia.
Namun, dia memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka akibat insiden ini. Karena gedung saat itu dalam keadaan kosong.