Ancam Evaluasi Izin Konversi, Farhan Murka Internal Bandung Zoo Berantem Terus: Capek Ngurusnya!
Farhan menyesalkan penutupan sementara Bandung Zoo akibat konflik internal tersebut.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menanggapi konflik panjang di internal Bandung Zoo antara pihak manajemen lama dan baru yang berdampak pada operasional kebun binatang tersebut. Ia mengaku capek mendengar konflik yang tak kunjung usai itu.
Pihak pemerintah telah pernah memediasi dua kubu. Tetapi sampai sekarang, perselisihan masih saja terjadi.
“Udah capek, saya memediasi udah berkali-kali. Saya memediasi anger pasea (tetap berselisih),” kata dia kepada wartawan, dikutip Jumat (4/7).
“Aparat udah turun, pemerintah udah turun. Kurang apa? Ini lama-lama kita capek loh ngurusnya. Karena ini berantem internal terus,” ucapnya.
Minta Kemenhut Turun Tangan
Jika perselisihan tak kunjung menemui titik tengah, ia menyatakan bakal mengambil langkah tegas. Salah satunya dengan meminta Kementerian Kehutanan meninjau langsung izin konservasi ex situ dari dua kubu manajemen di Bandung Zoo.
“Kalau memang begini, saya bukan tidak mungkin akan segera meminta Kementerian Kehutanan meninjau ulang pemberian izin konservasi ex situ kepada pengelola kebun binatang Bandung. Tegas aja saya sekarang,” ungkap Farhan.
Langkah tersebut akan diambil karena perselisihan yang tak kunjung mereda itu juga turut merugikan masyarakat, tidak saja kedua belah pihak.
“Buktikan bahwa Anda cukup bertanggung jawab untuk menerima izin tersebut,” katanya.
Farhan Kesal Bandung Zoo Ditutup
Farhan menyesalkan penutupan sementara Bandung Zoo akibat konflik internal tersebut. Ia mengatakan bahwa hal tersebut merupakan tanggung jawab pengelola.
“Iya itu tanggung jawab mereka dong sebagai pengelola,” katanya.
Sebelumnya, Bandung Zoo tidak beroperasi di momen liburan sekolah, Kamis (3/7). Penutupan sementara ini imbas perselisihan manajemen lama dan baru yang sama-sama mengklaim sebagai manajemen sah dari pengelola lembaga konservasi tersebut.
Humas dari Manajemen Lama Bandung Zoo Sulhan Syafii mengatakan penutupan dilakukan untuk mengantisipasi ketidaknyamanan pengunjung, sehubung perselisihan yang tengah terjadi.
“Kalau ada pengunjung dampaknya lebih jelek. Jadi kita tutup aja dalam rangka jangan sampai pengunjung stres,” katanya, dijumpai di Bandung Zoo, Kamis (3/7).
Sementara terpisah, Humas Bandung Zoo dari Manajemen Baru, Ully Rangkuti mengaku tidak mengetahui ihwal penutupan itu.
“Kalau penyebabnya, saya tidak tahu pasti. Tapi penutupannya sendiri, itu juga kami ketahui baru tadi pagi. Tapi yang jelas, tadi ada pengunjung-pengunjung yang akhirnya balik kanan,” kata Ully.