Nasib Bandung Zoo Tak Jelas, Pemprov Jabar Siap Ambil Alih
Pemprov Jabar mengaku siap megambil alih pengelolaan Bandung Zoo.
Nasib pengelolaan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo masih terkatung-katung. Hingga kini, belum ada kejelasan soal Lembaga Konservasi yang akan menjadi pengelola dan menyelamatkan satwa serta pegawai.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengaku sudah berkoordinasi dengan dinas terkait soal pengelolaan Bandung Zoo. Namun begitu, belum juga ada keputusan terkait Lembaga Konservasi yang diberi wewenang untuk mengelola. Seleksi masih dilakukan Pemkot Bandung.
Apabila keputusan terkait pengelola Bandung Zoo masih memakan waktu yang lama, Dedi bakal segera memberi instruksi kepada Sekda Jabar, Herman Suryatman, untuk mengajukan Lembaga Konservasi berbentuk BUMD ke Pemkot Bandung.
"Misalnya, dikelola oleh pemerintah provinsi melalui BUMD agar kita lebih mengarah pada konservasinya. Ini kan saya tujuannya konservasinya. Hutannya sayang, binatangnya sayang. Nanti bisa dua-duanya ditempuh, mana yang terbaik," papar dia.
Bukan untuk Tujuan Bisnis
"Bukan untuk tujuan bisnis, tapi tujuannya satu menyelamatkan pegawai. Yang kedua itu menyelamatkan konservasi," lanjut dia.
Sementara itu, Sekda Jabar Herman Suryatman, menyebut Pemkot Bandung masih melakukan seleksi terhadap sejumlah Lembaga Konservasi. Sebelumnya, Pemkot Bandung bakal menyelesaikan pada 5 Mei 2026 tapi malah mundur ke 29 Mei 2026.
Jika memang masih membutuhkan waktu lama, Herman menegaskan, Pemprov Jabar siap mengambil alih tata kelola melalui BUMD. Bahkan, pengambilalihan tata kelola itu kini disebut sudah mulai dijajaki.
"Kalaupun terkendala Pemprov siap untuk takeover agar Kebun Binatang Bandung ini bisa diselamatkan. Pak Gubernur sudah komitmen itu. Dan kami sendiri sedang menjajaki (untuk akuisisi)" ujar dia.
Menyelamatkan Satwa dan Pegawai Bandung Zoo
Adapun terkait dengan nama BUMD yang akan ditunjuk mengelola Bandung Zoo, Herman belum menyebutnya secara pasti. Dia mengaku harus berkoordinasi dengan BBKSDA Jabar terkait syarat dan prosedurnya. Intinya, dia menegaskan hal paling penting saat ini adalah menyelamatkan satwa dan pegawai Bandung Zoo.
"Jangan sampai gara-gara kelembagaan nanti satwa terganggu, pegawai juga tidak ada kepastian. Jadi transisi ini ya menjadi tanggung jawab Pemkot karena itu aset Pemkot tetapi di-back up oleh kami," ujar dia.