Wali Kota Farhan Miris Trayek Angkot di Bandung Tak Pernah Diganti dari Tahun 1984, Bakal Bikin Konsep Baru

"Angkot, Anda lihat sendiri enggak ada yang bagus sama sekali. Sudah ditinggalkan oleh masyarakat," sindir Farhan.

Aksara Bebey
Oleh Aksara Bebey - Reporter
Wali Kota Farhan Miris Trayek Angkot di Bandung Tak Pernah Diganti dari Tahun 1984, Bakal Bikin Konsep Baru
Wali Kota Farhan Miris Trayek Angkot di Bandung Tak Pernah Diganti dari Tahun 1984, Bakal Bikin Konsep Baru (Merdeka.com)

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mencanangkan program angkot cerdas. Nantinya, trayek angkot yang sudah ada bisa diakses masyarakat lebih simpel.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, menjelaskan nantinya sistem trayek yang lama akan dirombak total. Dia bilang, pihaknya telah membicarakan rencana ini bersama pemangku kebijakan lain dan asosiasi terkait ketentuan hukumnya.

"Trayek angkot itu dari tahun 1984 sudah tidak pernah diganti. Angkot, Anda lihat sendiri enggak ada yang bagus sama sekali. Sudah ditinggalkan oleh masyarakat, dan masyarakat sekarang lebih senang menggunakan moda transportasi lain," kata Farhan ditemui di Kampus Unisba, Rabu (9/7).

Menurut Farhan, rencana ini sudah dibicarakan bersama pemangku kebijakan lain juga asosiasi. Sebab ini perubahan itu harus berdasarkan aturan hukum.

Farhan menyampaikan nantinya angkot cerdas ini akan diintegrasikan dengan transportasi umum lain, yakni BRT. Koperasi angkot juga bakal dilibatkan, sehingga semua elemen yang selama ini sudah ada bisa turut dapat penghasilan.

Konsep Baru Angkot Cerdas

Soal skema, jika dulu angkot harus berhenti mencari penumpang, angkot cerdas dirancang berbeda. Ia tidak bisa asal berhenti karena nantinya disesuaikan dengan calon penumpang. Satu angkot, maksimal digunakan enam penumpang.

Soal jalur, kata Farhan, masih dalam pembahasan. Namun yang pasti, penumpang bisa berpindah angkot apabila jalur yang dipilih tidak tersedia.

Sekali jalan, penumpang rencananya dikenakan tarif Rp7 ribu. Kendati begitu, Farhan bilang masih tentatif.

"Kalau pindah angkot ini akan dikenakan biaya 1,5 persen dari tujuh ribu Rupiah. Juga kalau pindah ke BRT akan dikenakan 1,5 persen juga dari dana awal yang dibayar. Kalau mau pindah angkutan lebih dari satu jam ini akan dikenakan lagi," paparnya.

Disinggung kapan angkot cerdas bisa direalisasikan, Farhan belum bisa memastikannya. Dia menyebut, masih menunggu hasil dari kajian hukum dan politik meski kajian ilmiahnya telah ada.

"Lumayan, lila (lama). Kalau kajian ilmiahnya memang sudah jadi. Tapi kajian hukum dan kajian politiknya lila (lama)," kata dia.

Rekomendasi