Sudah Ditutup 2 Bulan, Siapa Bertanggung Jawab? YMT Minta Kepastian Masa Depan Bandung Zoo dari Wali Kota
Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) mendesak Wali Kota Bandung segera memberikan kepastian terkait masa depan Bandung Zoo yang telah ditutup lebih dari dua bulan, mengancam ratusan satwa dan operasional.
Ketua Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT), John Sumampauw, mendesak Wali Kota Bandung Muhammad Farhan untuk segera memberikan kepastian. Desakan ini terkait masa depan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) yang telah ditutup sejak 6 Agustus lalu. Penutupan ini menimbulkan ketidakjelasan bagi operasional dan kelangsungan hidup satwa.
John Sumampauw menyampaikan permintaan tegas kepada ANTARA di Bandung pada Minggu. Ia menanyakan apakah Bandung Zoo akan tetap beroperasi sebagai kebun binatang atau tidak. Kepastian arah kebijakan ini sangat krusial untuk menghindari dampak yang lebih parah.
Penutupan yang berlangsung lebih dari dua bulan ini telah berdampak signifikan. Ratusan satwa dan seluruh operasional kebun binatang terancam. Situasi ini juga memicu kekhawatiran akan potensi bentrokan di kemudian hari.
Dampak Penutupan dan Ketidakpastian Operasional
Penutupan Bandung Zoo selama lebih dari dua bulan ini menciptakan kondisi yang tidak ideal. John Sumampauw menyoroti bahwa 700 satwa kini dijaga tanpa kepastian yang jelas. Situasi ini berpotensi memicu masalah serius di kemudian hari.
Tidak hanya satwa, mitra kerja sama juga merasakan kerugian besar. Perusahaan penyedia tiket daring dan fasilitas mobil listrik terpaksa menghentikan operasionalnya. Belasan kios UMKM yang menggantungkan hidup di area kebun binatang juga ikut terdampak.
John menegaskan bahwa banyak kerugian telah terjadi akibat penutupan ini. "Pasti banyak kerugian. Karena kita punya beberapa kontrak dengan pihak lain," ujarnya. Ia berharap Pemerintah Kota Bandung segera mengambil langkah konkret.
Langkah konkret tersebut diharapkan dapat segera membuka kembali Bandung Zoo. Hal ini penting demi kelangsungan hidup satwa dan kesejahteraan seluruh pekerja di dalamnya. Tanpa kepastian, risiko kematian satwa pinjaman atau titipan menjadi perhatian utama.
Meluruskan Konflik dan Komitmen YMT
John Sumampauw juga meluruskan persepsi mengenai konflik internal yayasan. Ia menegaskan bahwa permasalahan yang terjadi bukan disebabkan oleh konflik internal. Sebaliknya, ada oknum-oknum yang menghambat proses administrasi.
"Bukan konflik yang sebenarnya terjadi, melainkan ada oknum-oknum dalam yayasan yang terus menerus melawan penegakan hukum," kata John. Oknum-oknum tersebut juga menghalangi jalannya administrasi yang sah kepada Pemkot Bandung. Hal ini memperkeruh situasi dan memperpanjang ketidakpastian.
YMT memiliki komitmen penuh untuk mematuhi semua aturan yang berlaku. Yayasan ini siap bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung dan Kementerian Kehutanan. Tujuan utamanya adalah memastikan pemanfaatan aset negara dilakukan secara benar dan legal.
"Kami berupaya menjalankan operasional Bandung Zoo dengan transparan dan sesuai koridor hukum," jelas John. Komitmen ini bertujuan memaksimalkan fungsi kebun binatang. Bandung Zoo diharapkan dapat menjadi ruang edukasi, konservasi, dan rekreasi yang membanggakan masyarakat.
Sumber: AntaraNews