Ambulans Terapung Kaltim Perkuat Akses Kesehatan di Pedalaman dan Pesisir
Dinas Kesehatan Kaltim terus berupaya meningkatkan layanan medis di daerah terpencil dan pesisir melalui penyediaan armada Ambulans Terapung Kaltim, memastikan akses kesehatan merata bagi seluruh masyarakat.
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) secara konsisten berupaya memperluas jangkauan layanan medis bagi masyarakat yang bermukim di kawasan pedalaman dan pesisir. Upaya ini direalisasikan melalui penyediaan armada ambulans terapung yang dirancang khusus untuk menembus wilayah-wilayah dengan keterbatasan akses darat. Inisiatif ini menjadi solusi strategis guna memastikan setiap warga mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, terlepas dari lokasi geografis mereka.
Kehadiran ambulans terapung ini diharapkan dapat mengoptimalkan layanan kesehatan di seluruh wilayah Kaltim, terutama di daerah yang hanya dapat dijangkau melalui jalur air, baik sungai maupun lautan. Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menegaskan pentingnya fasilitas ini untuk menjembatani kesenjangan akses kesehatan di provinsi tersebut. Pemerintah provinsi juga aktif mendorong daerah-daerah yang membutuhkan fasilitas serupa untuk segera mengajukan usulan.
Salah satu contoh nyata dari komitmen ini adalah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang baru-baru ini menerima bantuan satu unit ambulans air senilai Rp1,7 miliar dari Gubernur Kaltim. Penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat layanan dasar di wilayah hulu Sungai Mahakam. Armada khusus ini diharapkan mampu menjadi tulang punggung dalam sistem rujukan dan pelayanan kesehatan primer di daerah-daerah terpencil.
Peran Vital Ambulans Terapung di Wilayah Terpencil
Kondisi geografis Kalimantan Timur yang didominasi oleh sungai-sungai besar dan wilayah pesisir dengan banyak pulau kecil menjadikan ambulans terapung sebagai kebutuhan vital. Fasilitas ini sangat dibutuhkan untuk menunjang sistem rujukan dan pelayanan kesehatan primer di daerah kategori terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) yang memiliki karakteristik geografis sungai dan kepulauan. Dengan demikian, masyarakat di lokasi yang sulit dijangkau darat tetap bisa mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat.
Meskipun Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) baru saja meresmikan akses jalan darat dari kawasan Tereng menuju Ujung Bilang yang mempercepat waktu tempuh, keberadaan armada transportasi medis khusus ini tetap dinilai sangat penting. Akses darat yang ada belum sepenuhnya memadai untuk menjangkau seluruh wilayah.
Menurut Jaya Mualimin, kondisi infrastruktur jalan penghubung dari Ujung Bilang menuju Long Apai masih belum memadai. Oleh karena itu, ambulans air menjadi satu-satunya opsi tercepat dan teraman untuk melakukan evakuasi pasien dari daerah tersebut. Ini menunjukkan bahwa investasi pada infrastruktur air masih sangat relevan dan krusial di Kaltim.
Jaminan Akses dan Rencana Pengembangan
Masyarakat tidak perlu khawatir mengenai biaya pelayanan menggunakan ambulans terapung ini. Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, memastikan bahwa pelayanan ini juga termasuk dalam jaminan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Ini berarti beban finansial tidak akan menjadi penghalang bagi warga untuk mendapatkan layanan medis darurat.
Jaya juga menjelaskan bahwa operasional aset ambulans terapung yang diserahkan ini ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah masing-masing. Hal ini bertujuan agar pemerintah daerah dapat mengelola secara mandiri demi melayani warga setempat dengan optimal. Penyerahan ambulans terapung kepada Pemkab Mahulu tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud di Pelabuhan Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu pada Rabu (7/1) sebelumnya.
Pihak Dinas Kesehatan Kaltim juga terus memetakan daerah terluar lain yang berpotensi untuk dibantu dengan fasilitas serupa. Kawasan wisata kepulauan Derawan dan Maratua di Kabupaten Berau menjadi salah satu fokus perhatian. Dengan demikian, inisiatif ini tidak hanya berhenti di Mahakam Ulu, tetapi akan terus diperluas untuk mencakup lebih banyak wilayah yang membutuhkan.
Sumber: AntaraNews