Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun APT Pranoto Samarinda telah merilis prakiraan cuaca untuk Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) selama periode Libur Lebaran 2026. Secara umum, kondisi cuaca diprediksi akan didominasi oleh hujan ringan, sehingga tidak akan terlalu mengganggu aktivitas masyarakat yang merayakan hari raya. Prakiraan ini mencakup periode 21 hingga 31 Maret 2026, memberikan gambaran awal bagi warga yang akan melakukan perjalanan atau berkumpul bersama keluarga.
Meskipun demikian, BMKG tetap menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama bagi warga yang berada di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kecamatan Long Hubung, Kabupaten Mahakam Ulu. Kedua wilayah ini diprakirakan akan mengalami hujan lebat pada Ahad, 22 Maret 2026, yang berpotensi menimbulkan dampak tertentu. Oleh karena itu, persiapan dan kehati-hatian sangat dianjurkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama periode liburan.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto BMKG Samarinda, Riza Arian Noor, menjelaskan bahwa perkiraan peluang curah hujan menunjukkan Kaltim akan mengalami curah hujan kategori rendah hingga menengah. Dengan peluang hujan lebih dari 70 persen, masyarakat diharapkan tetap memantau informasi cuaca terbaru dari sumber resmi BMKG.
Advertisement
Advertisement
Berdasarkan prediksi peluang curah hujan, Provinsi Kalimantan Timur secara umum diprediksi akan mengalami curah hujan kategori rendah (0–50 mm) hingga menengah (50–150 mm) selama periode 21-31 Maret 2026. Peluang terjadinya hujan ini diperkirakan lebih dari 70 persen, menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah akan menerima intensitas hujan yang tidak terlalu tinggi.
Prediksi deterministik curah hujan pada dasarian III Maret 2026 (21-31 Maret) juga mengindikasikan bahwa mayoritas wilayah Kaltim akan mengalami curah hujan dengan kategori rendah antara 20–50 milimeter (mm) hingga kategori menengah antara 50–150 mm. Data ini memberikan gambaran yang lebih rinci mengenai volume air hujan yang diperkirakan turun di berbagai daerah.
Meskipun demikian, ada beberapa titik yang memerlukan perhatian khusus. Kecamatan Penajam di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kecamatan Long Hubung di Kabupaten Mahakam Ulu diprakirakan akan menghadapi hujan lebat pada Ahad, 22 Maret 2026. Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra dari masyarakat setempat.
Advertisement
Advertisement
Pada prediksi deterministik sifat hujan di dasarian III Maret 2026, secara umum wilayah Provinsi Kaltim akan mengalami sifat hujan di bawah normal, berkisar antara 31-84 persen. Ini menunjukkan bahwa jumlah curah hujan yang turun mungkin lebih rendah dari rata-rata historis untuk periode yang sama.
Namun, tidak semua wilayah menunjukkan pola yang sama. Sebagian kecil wilayah Kabupaten Paser bagian selatan dan sebagian kecil wilayah Kabupaten Kutai Timur bagian tengah diprediksi akan mengalami sifat hujan kategori normal. Kategori normal ini berada dalam rentang 85 persen hingga 115 persen dari rata-rata, menandakan curah hujan yang seimbang.
BMKG juga memantau kondisi hari tanpa hujan (HTH) pada dasarian II Maret 2026 (10 hari sebelumnya). Meskipun secara umum Kaltim mengalami hujan, beberapa kawasan tercatat memiliki hari tanpa hujan. Beberapa wilayah di Kaltim mengalami HTH dengan kategori sangat pendek (1–5 hari) hingga kategori pendek (6–10 hari).
Advertisement
Hari tanpa hujan terpanjang tercatat di Kecamatan Sanga Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan total enam hari tanpa hujan. Informasi ini penting untuk memahami variasi pola cuaca lokal di seluruh provinsi.
Sumber: AntaraNews