Pemprov Kaltim Alokasikan Rp90 Miliar untuk Percepatan Pembangunan Jalan Kubar-Mahulu

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengalokasikan dana Rp90 miliar dari APBD 2026 untuk menuntaskan Pembangunan Jalan Kubar-Mahulu, diharapkan selesai tahun ini demi kelancaran akses masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemprov Kaltim Alokasikan Rp90 Miliar untuk Percepatan Pembangunan Jalan Kubar-Mahulu
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengalokasikan dana Rp90 miliar dari APBD 2026 untuk menuntaskan Pembangunan Jalan Kubar-Mahulu, diharapkan selesai tahun ini demi kelancaran akses masyarakat. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mengalokasikan anggaran sebesar Rp90 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Dana ini ditujukan untuk menuntaskan pembangunan ruas jalan vital yang menghubungkan Kecamatan Tering di Kutai Barat (Kubar) dengan Kecamatan Ujoh Bilang di Mahakam Ulu. Proyek strategis ini diharapkan dapat mempercepat konektivitas antarwilayah di Kaltim.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, menjelaskan bahwa proyek Pembangunan Jalan Kubar-Mahulu telah dikerjakan sejak tahun 2025. Saat ini, hanya menyisakan sekitar 7,65 kilometer dari total panjang ruas jalan yang harus diselesaikan. Targetnya, seluruh ruas jalan sepanjang 31,53 kilometer dapat sepenuhnya terhubung pada akhir tahun 2026.

Percepatan pembangunan akses jalan ini sangat krusial, terutama bagi wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Jalan ini akan mempermudah distribusi barang, jasa, serta meningkatkan mobilitas masyarakat di wilayah hulu "Benua Etam". Peningkatan infrastruktur ini menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Gubernur Rudy Mas'ud menegaskan komitmen Pemprov Kaltim untuk menuntaskan Pembangunan Jalan Kubar-Mahulu tanpa penundaan. Masyarakat di kedua kabupaten sangat membutuhkan akses ini untuk mendukung aktivitas ekonomi dan sosial. Rudy berharap penyelesaian dapat dilakukan dalam waktu singkat, bahkan dalam hitungan bulan.

"Jalan ini harus tuntas, kalau bisa selesai dalam tiga atau enam bulan," tegas Rudy, menekankan urgensi proyek. Pemerintah tidak ingin menunda waktu penyelesaian karena kebutuhan mendesak dari masyarakat Kubar dan Mahakam Ulu terhadap aksesibilitas yang lebih baik. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar warganya.

Proyek Pembangunan Jalan Kubar-Mahulu ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk pemerataan pembangunan infrastruktur. Peningkatan aksesibilitas di wilayah 3T menjadi prioritas utama. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan Kaltim yang inklusif dan merata di seluruh pelosok wilayah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kaltim, AM Fitra Firnanda, mengungkapkan bahwa progres Pembangunan Jalan Kubar-Mahulu menunjukkan peningkatan signifikan. Sejak tahun 2023, penanganan rigid pavement (semen beton) telah mencapai 23,91 kilometer hingga akhir tahun 2025. Ini menunjukkan kemajuan yang konsisten dalam pembangunan infrastruktur.

Pada tahun 2025 saja, penanganan mencakup empat paket pengerjaan dengan total panjang efektif mencapai 19,28 kilometer. Meskipun demikian, pengerjaan jalan masih menyisakan sembilan titik krusial. Titik-titik ini memiliki medan yang cukup berat, menjadi tantangan tersendiri bagi pelaksana proyek di lapangan.

"Sisa 7,65 km yang belum terlaksana akan kami tuntaskan tahun ini sesuai arahan Pak Gubernur," jelas Nanda. Ia menambahkan, pihaknya menargetkan seluruh ruas jalan Tering-Ujoh Bilang sudah tertangani sepenuhnya sebelum akhir tahun 2026. Ini menunjukkan optimisme dan perencanaan matang dari Dinas PUPR-PERA Kaltim untuk menyelesaikan proyek vital ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi