Airlangga dan Sri Mulyani Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas Apa?
Sri Mulyani menyebut realisasi APBN periode Januari-Februari 2025 mengalami defisit sebesar Rp31,2 triliun, atau sekitar 0,13% dari PDB.
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (26/3). Mereka akan melapor soal APBN untuk tahun 2026.
Airlangga tiba sekitar pukul 14.40 WIB. Dia menyebut, mereka akan membahas APBN 2026.
"(bahas) APBN 2026," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (26/3).
Sementara, Sri Mulyani mengatakan, APBN 2026 sudah mulai proses penyusunan. Dia akan melaporkan kepada presiden.
"Iya, mulai disusun ya. Lapor ke bapak Presiden dulu," ucap Sri Mulyani.
Pada kesempatan lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk periode Januari hingga Februari 2025 mengalami defisit sebesar Rp31,2 triliun, atau sekitar 0,13% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Meskipun terdapat defisit, angka ini masih dalam batas yang telah ditetapkan dalam APBN, yang mematok defisit sebesar 2,3% dari PDB atau sekitar Rp616,2 triliun.
"Dari total keseimbangan terjadi defisit sebesar Rp 31,2 triliun untuk posisi akhir Febaruari atau 0,13% dari PDB," kata Sri Mulyani dalam konferensi Pers APN Kita Maret 2025, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (13/3).
Sri Mulyani juga menjelaskan bahwa hingga akhir Februari, pemerintah telah mengeluarkan belanja negara sebesar Rp348,1 triliun, yang merupakan 9,6% dari total anggaran belanja yang direncanakan tahun ini.
Belanja ini terdiri dari belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp211,5 triliun, dengan rincian belanja Kementerian/Lembaga sebesar Rp83,6 triliun (7,2% dari target belanja Kementerian/Lembaga) dan belanja non-K/L sebesar Rp127,9 triliun (8,3% dari target belanja non-K/L).
"Hingga akhir Februari dengan berbagai terjadinya inpres, efisiensi dan lain-lain, kita masih melihat belanja negara Rp348,1 triliun, realisasi ini 9,6% dari total belanja yang akan dianggarkan tahun ini," ujar Menkeu.
Selain itu, transfer ke daerah juga menunjukkan progres yang signifikan. Hingga akhir Februari, transfer yang dilakukan mencapai Rp136,6 triliun, atau sekitar 14,9% dari total transfer yang direncanakan tahun ini sebesar Rp919 triliun.
"Untuk transfer lebih maju, kita sudah mentransfer ke daerah sampai akhir Februari mencapai Rp136,6 triliun, dari persentase lebih tinggi dari kecepatan Pemerintah pusat yaitu 14,9% dari total transfer tahun ini sebesar Rp919 triliun," kata Sri Mulyani.
Pada sisi pendapatan negara, total pendapatan pada Januari-Februari 2025 tercatat sebesar Rp316,9 triliun, atau sekitar 10,5% dari target pendapatan tahun 2025 yang sebesar Rp3.005,1 triliun.
Pendapatan ini sebagian besar berasal dari penerimaan perpajakan, yang tercatat mencapai Rp240,4 triliun, terdiri dari pajak sebesar Rp187,8 triliun dan kepabeanan serta cukai sebesar Rp52,6 triliun.
Selain itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) memberikan kontribusi sebesar Rp76,4 triliun.
Sri Mulyani juga menyampaikan bahwa keseimbangan primer hingga akhir Februari 2025 tercatat mengalami surplus sebesar Rp48,1 triliun, meskipun defisit masih tercatat.
“Untuk posisi 2025 akhir Februari, keseimbangan primer dalam posisi surplus Rp48,1 triliun,” ujarnya.