Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers “APBN Kita” Edisi Januari 2026 di Gedung Djuanda I, Jakarta, Kamis (08/01/2026). (Merdeka.com/ Rendi Saputra)
ADVERTISEMENT
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara hingga Desember 2025 mencapai Rp 695,1 triliun atau 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto. Angka ini lebih tinggi dibandingkan defisit 2024 yang tercatat sebesar 2,3 persen dari PDB.
Keseimbangan primer masih mengalami defisit sebesar Rp 180,7 triliun. Dari sisi pendapatan negara realisasi mencapai Rp 2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari target, didorong penerimaan pajak, kepabeanan dan cukai, serta penerimaan negara bukan pajak. Sementara itu belanja negara terealisasi Rp 2.602,3 triliun atau 96,3 persen dari pagu.
Pemerintah menilai kondisi fiskal tetap terjaga dan optimistis pada 2026 defisit dapat ditekan seiring membaiknya fondasi ekonomi dan momentum pertumbuhan. Untuk tahun ini pertumbuhan ekonomi diasumsikan sebesar 5,4 persen dengan target memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers “APBN Kita” Edisi Januari 2026 di Gedung Djuanda I, Jakarta, Kamis (08/01/2026). Merdeka.com/ Rendi SaputraMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers “APBN Kita” Edisi Januari 2026 di Gedung Djuanda I, Jakarta, Kamis (08/01/2026). Merdeka.com/ Rendi SaputraMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers “APBN Kita” Edisi Januari 2026 di Gedung Djuanda I, Jakarta, Kamis (08/01/2026). Merdeka.com/ Rendi SaputraMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers “APBN Kita” Edisi Januari 2026 di Gedung Djuanda I, Jakarta, Kamis (08/01/2026). Merdeka.com/ Rendi SaputraMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers “APBN Kita” Edisi Januari 2026 di Gedung Djuanda I, Jakarta, Kamis (08/01/2026). Merdeka.com/ Rendi SaputraMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers “APBN Kita” Edisi Januari 2026 di Gedung Djuanda I, Jakarta, Kamis (08/01/2026). Merdeka.com/ Rendi SaputraMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai konferensi pers “APBN Kita” Edisi Januari 2026 di Gedung Djuanda I, Jakarta, Kamis (08/01/2026). Merdeka.com/ Rendi Saputra
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per Februari 2026 mencatat defisit sebesar Rp135,7 triliun, meskipun penerimaan pajak tumbuh signifikan 30,4 persen. Simak detail kinerja APBN Februari Defisit.
Realisasi Defisit APBN 2025 mencapai 2,92 persen dari PDB, namun Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan angka tersebut tidak akan mengganggu kepercayaan investor karena masih dalam batas aman undang-undang.
KPK memperlihatkan barang bukti hasil penyitaan operasi tangkap tangan terkait dugaan pemerasan izin tenaga kerja asing dan pengurusan dokumen keimigrasian.