Adies Kadir Dinonaktifkan, Bahlil: Otomatis Tak Terima Gaji dan Fasilitas
"Otomatis, otomatis ya, namanya nonaktif itu tidak mendapat fasilitas apa-apa," kata Bahlil.
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Adies Kadir otomatis tidak lagi menerima gaji maupun fasilitas sebagai anggota DPR maupun Wakil Ketua DPR setelah dinonaktifkan per 1 September 2025.
"Otomatis, otomatis ya, namanya nonaktif itu tidak mendapat fasilitas apa-apa," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/9).
Sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar resmi menonaktifkan Adies Kadir sebagai anggota DPR sekaligus pimpinan DPR. Penonaktifan ini berlaku efektif sejak Senin, 1 September 2025.
"DPP Partai Golkar menegaskan upaya partai untuk memperkuat disiplin dan etika bagi Anggota DPR RI dari Partai Golkar. Berdasarkan pertimbangan itu, Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar resmi menonaktifkan saudara Adies Kadir sebagai Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, terhitung sejak Senin, 1 September 2025," bunyi siaran resmi Golkar, Minggu (31/8).
Surat keputusan penonaktifan ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Jenderal Golkar, Sarmuji.
Menurut Sarmuji, status Adies sebagai pimpinan DPR juga otomatis nonaktif.
"(Status pimpinan) nonaktif juga," ujar Sarmuji.
Diketahui, Adies Kadir telah dinonaktifkan dari DPR RI buntut pernyataan viral tunjangan beberapa waktu lalu. Sejumlah anggota DPR lainnya juga dinonaktifkan, yakni Eko Patrio dan Uya Kuya dari Fraksi PAN DPR. Kemudian ada Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Fraksi NasDem DPR.