3 Remaja Dikeroyok Saat Tadarus di Masjid, Pemicunya Masalah Sepele Ini
Ada lima pelaku dalam aksi pengeroyokan itu. Kelimanya masih anak di bawah umur.
Aksi pengeroyokan tiga remaja sedang tadarus Alquran oleh sekelompok remaja lainnya di masjid Kecamatan Bener Kelipah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, ternyata cuma gara-gara pandangan mata yang dinilai sinis oleh pelaku.
“Dari hasil pemeriksaan, mereka mengaku melakukan pemukulan karena merasa tidak senang dipandang sinis oleh para korban,” kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto, Senin (10/3).
Menurutnya, ada lima pelaku aksi pengeroyokan itu. Kelimanya masih anak di bawah umur. Saat ini mereka tengah menjalani pemeriksaan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bener Meriah.
Mereka tidak ditahan karena ada jaminan orang tua. “Kami pastikan semuanya dilakukan secara profesional dan berkeadilan,” ujar Joko.
Ayah Korban Syok hingga Meninggal Dunia
Kasus ini terjadi pada Senin, 3 Maret 2025 lalu sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, ketiga korban sedang larut melantunkan ayat suci Alquran di malam bulan puasa Ramadan.
Peristiwa pengeroyokan tersebut lalu viral di media sosial. Ketiga korban merupakan warga kampung Bener Kelipah Selatan. Sedangkan pelaku warga Gunung Musara.
Dua hari pascakejadian atau tepatnya 4 Maret 2025, kepolisian dan aparat desa dari kedua kampung mengupayakan mediasi untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.
Namun, situasi berubah kalut sebab salah seorang ayah korban yang tidak terima anaknya dianiaya mengalami serangan jantung hingga meninggal dunia.
“Syok mendengar anaknya dikeroyok. Sehingga mediasi kemarin itu tertunda,” ujar Kepala Seksi Humas Polres Bener Meriah, Ipda Eriadi.