CCTV Kota Bandung Dilengkapi Teknologi Face Recognition, Begini Cara Kerjanya
Dengan adanya teknologi ini, penjahat makin tak berkutik menghindar dari kejaran polisi.
Dengan adanya teknologi ini, penjahat makin tak berkutik menghindar dari kejaran polisi.
CCTV Kota Bandung Dilengkapi Teknologi Face Recognition, Begini Cara Kerjanya
Dewasa ini, teknologi berkembang pesat. Berbagai bentuk teknologi terus diperbaharui menyesuaikan kebutuhan zaman. Salah satunya teknologi CCTV.
Baru-baru ini, Pemerintah Kota Bandung memperbaharui teknologi analitis berupa face recognition atau pengenalan wajah di sejumlah kamera CCTV yang tersebar di seluruh penjuru kota.
Permudah Pelacakan Pelaku Kejahatan
Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi Diskominfo Bandung, Mahyudin, mengatakan bahwa pembaruan CCTV ini dilakukan untuk mempermudah pelacakan pada pelaku kejahatan.
Selain itu, adanya teknologi Face Recognition diharapkan bisa mempercegah tindak terorisme.
"Dengan CCTV ini kita dapat meminimalisir serta memudahkan penyelidikan untuk meminimalisir terjadinya tindak teror," kata Mahyudin.
Selain itu, Pemkot Bandung juga menerapkan teknologi NVR (Network Video Recorder) menggunakan IP Camera dengan format H264, H264+, H265 serta kabel RJ-45 dan teknologi Ptz yang memungkinkan CCTV punya daya jelajah 360 Derajat.
Masyarakat dapat mengakses CCTV yang tersebar di sekitar 357 titik di Kota Bandung dengan mengakses website pelindung.bandung.go.id. Dengan adanya CCTV ini diharapkan pembangunan Kota Bandung sebagai smart city semakin mengalami kemajuan.
Sebelumnya Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) meyakini kualitas CCTV dan jaringan internet Bandung Smart City menjadi buruk usai terungkapnya kasus dugaan suap yang menjerat Wali Kota Bandung Yana Mulyana. Dalam kasus itu uang yang dipotong dari nilai proyek hampir 40 persen.
"Ini proyeknya Rp2,5 miliar, tadi suapnya Rp924,6 juta, hampir Rp1 miliar, jadi kemudian pertanyaannya kalau hampir, anggap 40 persen, ya. Tinggal Rp1,5 dari Rp2,5 miliar, wujudnya jadi apa kan?"
ungkap Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron bicara soal uang suap yang hampir mencapai setengah dari total dana proyek tersebut.