Usai Diserang Amerika, Menlu Iran Segera Terbang ke Rusia Temui Presiden Putin
Pembicaraan tersebut diputuskan tak lama setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap tiga lokasi nuklir Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, dirinya akan melakukan perjalanan ke Moskow dalam beberapa jam mendatang. Hal ini dilakukan untuk melakukan pembicaraan mendesak dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Pembicaraan tersebut diputuskan tak lama setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap tiga lokasi nuklir Iran. Tak bicara soal minta bantuan perang, namun dia hanya mengatakan ‘kemitraan strategis’ antara Iran dan Rusia.
"Kami selalu berkonsultasi satu sama lain dan mengoordinasikan posisi kami," katanya kepada wartawan di Istanbul, menurut laporan media, dikutip dari politico.eu.
Rusia Ancam Upaya Pembunuhan Khamenei
Rusia adalah sekutu dekat Iran. Teheran memasok Moskow dengan pesawat nirawak militer untuk menyerang Ukraina dan, sebagai imbalannya, telah menerima bantuan untuk program nuklir sipilnya. Kremlin juga telah menjaga hubungan yang hangat dengan Israel.
Israel telah melobi AS selama berbulan-bulan untuk terlibat dalam upaya militer terhadap program nuklir Iran, meningkatkan kampanye tersebut setelah meluncurkan serangan sepihak terhadap lokasi nuklir Iran awal bulan ini.
Di tengah upaya penyelesaian yang dinegosiasikan atas program nuklir Teheran, Kremlin secara konsisten menyuarakan penentangan keras terhadap gagasan perubahan rezim di Iran.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov baru-baru ini menyebut diskusi semacam itu ‘tidak dapat diterima’ dan memperingatkan bahwa pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei akan 'membuka kotak Pandora' yang mengarah pada ekstremisme di dalam negeri.