Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, dirinya akan melakukan perjalanan ke Moskow dalam beberapa jam mendatang. Hal ini dilakukan untuk melakukan pembicaraan mendesak dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Pembicaraan tersebut diputuskan tak lama setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap tiga lokasi nuklir Iran. Tak bicara soal minta bantuan perang, namun dia hanya mengatakan kemitraan strategis antara Iran dan Rusia.
"Kami selalu berkonsultasi satu sama lain dan mengoordinasikan posisi kami," katanya kepada wartawan di Istanbul, menurut laporan media, dikutip dari politico.eu, Minggu (22/6).
Rusia adalah sekutu dekat Iran. Teheran memasok Moskow dengan pesawat nirawak militer untuk menyerang Ukraina dan, sebagai imbalannya, telah menerima bantuan untuk program nuklir sipilnya. Kremlin juga telah menjaga hubungan yang hangat dengan Israel.