Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bantuan Rusia untuk Iran akan bergantung pada apa yang dibutuhkan Teheran. Kremlin menyampaikan harapan bahwa Teheran akan berbagi pandangannya tentang situasi tersebut dengan Moskow
"Semuanya bergantung pada apa yang dibutuhkan Iran," kata Peskov kepada wartawan di Moskow, Senin (23/6).
"Semuanya bergantung pada apa yang akan dibahas oleh pihak Iran dan teman-teman Iran kita. Hari ini, kontak dengan menteri luar negeri Iran (Abbas Araghchi) akan berlangsung di Moskow, di mana mereka akan dapat bertukar pendapat menyusul eskalasi dramatis ini," papar Peskov.
Peskov menambahkan Rusia telah secara terbuka menyatakan posisinya mengenai konflik Iran-Israel, serta menyebutnya sebagai perwujudan penting dari dukungan untuk Teheran.
Advertisement
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Ahad (22/6) tiba di Moskow untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin guna membahas serangan terbaru yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap fasilitas nuklir Iran, sebut kantor berita Mehr.
Araghchi dijadwalkan menggelar pertemuan pada Senin (23/6) bersama Putin dan pejabat tinggi Rusia untuk membahas isu-isu regional dan internasional pascaserangan tersebut.
Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Moskow pada hari Senin, saat pasukan Israel terus menyerang Teheran.
Pemimpin Rusia itu mengutuk serangan AS terhadap Iran dan meyakinkan delegasi Iran bahwa rakyat Iran dapat mengandalkan dukungan Rusia.
Sebuah video pendek yang dirilis oleh Kremlin memperlihatkan Putin bertemu dengan delegasi Iran di sebuah ruangan berhias, ditemani oleh Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov dan Yury Ushakov, seorang ajudan tingkat atas dan mantan duta besar Rusia untuk Washington.
"Tindakan agresi terhadap Iran ini tidak memiliki dasar dan pembenaran. Kami memiliki hubungan yang sudah lama, bersahabat, dan dapat diandalkan dengan Iran, dan kami, sebagai bagian dari upaya kami, berupaya mendukung rakyat Iran," kata Putin, seraya menyatakan keyakinannya bahwa Amerika Serikat diprovokasi oleh Israel untuk melancarkan serangan tersebut.
Advertisement
Putin memberi tahu Araghchi bahwa ia melakukan panggilan telepon dengan Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Uni Emirat Arab Mohammed Al Nahyan, dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Ia tidak menyebutkan waktu percakapan ini, dan Kremlin mengatakan pada hari Minggu bahwa tidak ada rencana bagi Putin untuk berbicara dengan Trump setelah serangan AS terhadap Iran.
Araghchi berterima kasih kepada Putin atas dukungannya dan mengatakan Rusia "berada di sisi sejarah yang benar.
"Ia juga memuji hubungan dekat antara Teheran dan Moskow yang katanya, "semakin dekat dalam beberapa tahun terakhir."