Putin: Rusia Sahabat Setia Iran
Pernyataan Putin disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang diadakan untuk membahas isu-isu terkini, termasuk situasi politik dan ekonomi di Rusia, serta
Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyampaikan ucapan selamat atas perayaan Nowruz atau Tahun Baru Persia kepada pemimpin Iran.
Menurut informasi dari Kremlin, Putin mengucapkan selamat kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Mojtaba Khamenei, serta kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.
"Vladimir Putin berharap rakyat Iran dapat mengatasi ujian berat dengan penuh martabat dan menekankan bahwa dalam masa sulit ini, Moskow tetap menjadi sahabat setia dan mitra yang dapat diandalkan bagi Teheran," seperti yang dilaporkan oleh CNA.
Rusia menganggap serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran telah membawa seluruh kawasan Timur Tengah ke dalam ketidakstabilan dan memicu krisis energi global.
Selain itu, Putin juga mengutuk tindakan pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, sebagai sebuah tindakan yang sangat kejam.
Di sisi lain, Politico melaporkan bahwa Rusia telah mengusulkan kesepakatan timbal balik kepada AS, di mana Kremlin akan menghentikan berbagi intelijen dengan Iran jika AS juga menghentikan pemberian intelijen kepada Ukraina, namun usulan tersebut ditolak oleh AS.
Kremlin kemudian membantah laporan ini dan menyebutnya tidak benar.
Rusia mengalami kehilangan salah satu sekutunya setelah AS berhasil menggulingkan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro.
Namun, di sisi lain, Moskow mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga minyak yang diakibatkan oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran, yang merupakan mitra strategisnya.
Meskipun kemitraan strategis ini dipublikasikan, tidak terdapat klausul pertahanan bersama, dan Rusia secara konsisten menyatakan bahwa mereka tidak ingin Iran mengembangkan senjata nuklir.
Hal ini menjadi perhatian bagi Moskow, mengingat langkah tersebut dapat memicu perlombaan senjata nuklir di seluruh Timur Tengah.
Diskusi mengenai seberapa besar dukungan Rusia terhadap Iran masih menjadi bahan perdebatan.
Beberapa sumber dari Iran mengungkapkan bahwa mereka hanya menerima sedikit bantuan nyata dari Rusia dalam menghadapi krisis terburuk yang dialami Iran sejak penggulingan Shah yang didukung AS dalam revolusi 1979.