Rusia Tegaskan Kerja Sama Nuklir dengan Iran Jalan Terus Usai Serangan Israel: Tak Bisa Ditentang Siapapun!

Kerja sama Rusia dengan Iran secara umum juga terus berkembang dengan baik.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Rusia Tegaskan Kerja Sama Nuklir dengan Iran Jalan Terus Usai Serangan Israel: Tak Bisa Ditentang Siapapun!
Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu Pertemuan dengan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (en.kremlin.ru)

Kerja sama pengembangan nuklir antara Moskow dan Teheran terus berlanjut usai konflik panas Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. Hal ini disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova.

"Kerja sama kami yang terkenal dengan Teheran di bidang energi nuklir damai sepenuhnya sah dan memenuhi kepentingan kedua negara. Kerja sama ini akan terus berlanjut," ucapnya, Kamis (26/6).

"Dan saya tegaskan bahwa kerja sama ini tidak pernah ditentang oleh siapa pun dengan cara apa pun," sambungnya.

Tak hanya nuklir, kerja sama Rusia dengan Iran secara umum juga terus berkembang dengan baik.

Kerja Sama dengan IAEA Ditangguhkan

Rusia mengatakan, kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk memverifikasi fasilitas nuklir di Iran ditangguhkan.

Di tengah eskalasi perang dengan Israel pekan lalu, Iran sempat mengancam menyeret Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi ke hukum internasional lantaran tidak bertindak atas serangan Israel terhadap fasilitas-fasilitas nuklir.

"Kemampuan verifikasi IAEA tidak akan digunakan untuk tujuan yang tidak sesuai dengan hukum internasional," kata Zakharova.

Sebelumnya, perwakilan tetap Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, pada Minggu (22/6) menyerukan agar fasilitas nuklir Israel ditempatkan di bawah pengawasan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

"Dewan Keamanan PBB harus segera bertindak berdasarkan Bab 7 Piagam PBB dan memperbaiki ketidakadilan dan pelanggaran berat tersebut dengan: … Menempatkan fasilitas nuklir Israel di bawah perlindungan Badan (Badan Tenaga Atom Internasional/IAEA)," kata Iravani dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB.

Rekomendasi