Trump Dilaporkan Ngamuk Bentak-bentak Jenderalnya Setelah Jet AS Ditembak Jatuh Iran
Dalam insiden jet tempur AS ditembak jatuh oleh Iran awal bulan ini, Trump dilaporkan marah besar kepada para jenderalnya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan “berteriak kepada para staf selama berjam-jam” setelah jatuhnya jet AS awal bulan ini, menurut laporan baru dari The Wall Street Journal. Trump juga disebut “tidak diikutsertakan dalam ruangan” saat timnya menerima pembaruan situasi dari menit ke menit.
Pada 3 April lalu, sebuah pesawat tempur F-15E Strike Eagle dengan dua awak ditembak jatuh oleh pasukan Iran di kawasan Isfahan.
Insiden itu diyakini sebagai pertama kalinya pesawat AS ditembak jatuh oleh tembakan musuh selama konflik berlangsung, dengan gambar puing-puingnya beredar luas di media sosial.
Setelah kabar tersebut, bayangan krisis sandera Iran 1979 kembali membayangi pikiran Trump, menurut laporan itu.
Dilansir Daily Mail, Senin (20/4), Trump dilaporkan menuntut militer segera menyelamatkan para pilot, namun pasukan AS belum dikerahkan ke darat Iran.
Baru Tidur Pukul 2 Pagi
Para ajudan memberi pembaruan kepada Trump pada momen-momen penting, kata seorang pejabat senior pemerintahan.
Salah satu pilot berhasil diselamatkan tujuh jam kemudian, sementara pilot lainnya baru ditemukan pada Sabtu malam dalam operasi penyelamatan berisiko tinggi.
Trump baru pergi tidur setelah pukul 2 pagi.
Pihak Gedung Putih belum memberikan komentar terkait laporan ini.
Trump mengeluarkan pernyataan pada Senin pagi yang menyatakan bahwa Israel tidak pernah “membujuknya untuk perang dengan Iran.”
“Hasil dari 7 Oktober, ditambah keyakinan saya sejak lama bahwa IRAN TIDAK BOLEH MEMILIKI SENJATA NUKLIR, adalah penyebabnya,” kata Trump.
Ia juga menyerang media dengan menyebut sebagian besar pemberitaan sebagai “berita palsu”.
Iran Tidak Ingin Berunding dengan AS
Laporan ini muncul di tengah ketidakpastian pembicaraan damai, dengan media pemerintah Iran menyatakan rezim “tidak memiliki rencana” untuk perundingan dengan AS.
Namun, pejabat Pakistan dan AS mengklaim Iran tertarik melanjutkan pembicaraan di Pakistan.
Selama akhir pekan, Teheran menyatakan tengah merencanakan serangan terhadap pasukan AS sebagai balasan atas penggerebekan Angkatan Laut terhadap kapal tanker Iran yang mencoba menembus blokade Amerika di Selat Hormuz.
US Central Command mengumumkan awak kapal USS Spruance melepaskan tembakan ke kapal tanker Iran setelah kapal tersebut mengabaikan peringatan untuk berbalik arah.
Di media sosial Truth Social, Trump mengatakan kapal berbendera Iran bernama TOUSKA mencoba menembus blokade laut AS namun gagal.
Rezim Iran merespons dengan menyatakan siap menghadapi “kekuatan agresor Amerika”, namun menunda serangan pada saat terakhir karena alasan keamanan.