Pisau Tertancap di Dada, Bocah 15 Tahun Datangi Kantor Polisi Minta Tolong
Sambil terhuyung-huyung dan pisau masih menancap dada, bocah 15 tahun minta tolong ke kantor polisi. Ini penyebabnya.
Seorang pelajar laki-laki berusia 15 tahun ditikam di depan gerbang sekolahnya di kawasan Paharganj, pusat kota Delhi, Rabu, (4/9).
Peristiwa itu dilakukan oleh tiga remaja lain yang usianya juga masih 15 dan 16 tahun. Polisi menyebut penyerangan tersebut didasari motif balas dendam.
Korban yang dalam kondisi kritis sempat berjalan terhuyung-huyung sendiri ke kantor polisi terdekat dengan pisau masih menancap di dadanya.
Ia langsung mendapat pertolongan darurat sebelum dibawa ke Rumah Sakit Kalawati Saran, lalu dipindahkan ke Rumah Sakit RML untuk perawatan intensif.
Kronologi Penyerangan
Wakil Komisaris Polisi Nidhin Valsan menjelaskan, ketiga pelaku telah menunggu korban di dekat gerbang sekolah setelah jam pulang. Begitu korban keluar, mereka langsung menghadangnya.
“Satu orang menikam dengan pisau, dua lainnya menahan korban, sementara satu lagi mengancam dengan pecahan botol bir,” ungkap Valsan dikutip dari TheLogicalIndian, Selasa (9/9).
Meskipun terluka parah, korban berhasil menyelamatkan diri dan melapor ke kantor polisi. Berbekal laporan tersebut, polisi segera membentuk tim khusus.
Hanya dalam hitungan jam, ketiga pelaku berhasil ditangkap di kawasan Aram Bagh, tidak jauh dari lokasi kejadian. Senjata tajam dan pecahan botol bir yang digunakan pun turut disita.
Penyelidikan mengungkap salah satu pelaku merasa dendam karena dua minggu sebelumnya ia sempat diserang dan meyakini korban adalah pelakunya. Dari situlah, ia merencanakan balas dendam bersama dua rekannya.
Marak Kasus Serupa
Kasus ini memang sedang marak di India. Pada Agustus lalu, seorang siswa kelas 10 di Ahmedabad tewas setelah ditikam oleh siswa kelas 8 menggunakan alat laboratorium tajam di dekat sekolah.
Tahun lalu, kasus penikaman di Udaipur juga sempat menyita perhatian publik. Bahkan awal 2025, seorang siswa 14 tahun di Delhi Timur kehilangan nyawa setelah berkelahi dengan teman sekelasnya di luar sekolah.
Rangkaian peristiwa ini memicu kekhawatiran serius mengenai perilaku anak sekolah.
Para pengamat menilai perlu ada pengawasan ketat di sekitar sekolah, pendidikan resolusi konflik, hingga dukungan kesehatan mental agar aksi balas dendam seperti ini tidak terulang.