PKBI Lampung: Peningkatan Kapasitas Keluarga Kunci Perlindungan Anak Digital
PKBI Lampung menekankan pentingnya peran keluarga dalam mengawasi anak di ruang digital, melengkapi kebijakan Perlindungan Anak Digital agar lebih komprehensif dan berbasis hak anak.
Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Lampung menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas keluarga dalam mengawasi anak di ruang digital. Hal ini menjadi krusial seiring dengan penerapan kebijakan perlindungan anak di ranah digital. Kebijakan baru ini diharapkan dapat merespons berbagai risiko yang dihadapi anak dan remaja.
Direktur Eksekutif Daerah PKBI Lampung, Muhamad Fajar Santoso, menyatakan bahwa kebijakan tersebut adalah langkah penting. Risiko di ruang digital meliputi kekerasan, eksploitasi, dan paparan konten yang tidak sesuai usia.
Menurut PKBI Lampung, keterlibatan orang tua sangat diperlukan untuk membangun kesadaran bersama. Ini mencakup pemahaman tentang risiko dan tanggung jawab di lingkungan digital.
Peran Keluarga dalam Pengawasan Digital Anak
PKBI Lampung menegaskan bahwa keluarga memiliki peran ganda, tidak hanya sebagai pengawas. Mereka juga harus menjadi pendamping dan fasilitator bagi anak dalam memahami dunia digital. Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup hanya dengan pembatasan akses. Kebijakan ini harus diimplementasikan secara komprehensif, proporsional, dan berbasis hak anak. Anak memiliki hak untuk mengakses informasi yang akurat, termasuk terkait kesehatan.
Selain itu, anak juga berhak untuk berekspresi dan berpartisipasi di ruang digital. Mereka harus mendapatkan perlindungan tanpa kehilangan kesempatan untuk berkembang. Oleh karena itu, PKBI mendorong penguatan literasi digital. Peningkatan kapasitas orang tua dan pendidik dalam mendampingi anak di ruang digital juga sangat penting.
Tanggung jawab yang lebih kuat dari orang tua dan pendidik diperlukan untuk melindungi anak pengguna digital. PKBI juga menyarankan pelibatan anak dan remaja dalam proses evaluasi kebijakan. Ini akan memastikan kebijakan tersebut relevan dan efektif bagi mereka.
Menyeimbangkan Perlindungan dan Pemberdayaan Anak
Lingkungan digital adalah bagian integral dari ruang tumbuh kembang anak saat ini. Jika ruang ini aman, sehat, dan suportif, anak akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang. Mereka dapat tumbuh secara kritis dan kreatif, serta memiliki kesadaran terhadap hak dan tanggung jawab. Hubungan sosial yang sehat juga dapat terbentuk melalui lingkungan digital yang positif.
Namun, manfaat ini tidak akan terjadi secara otomatis hanya dengan adanya kebijakan. Implementasi kebijakan sangat menentukan dampaknya bagi anak-anak. Kebijakan harus diimbangi dengan edukasi dan pemberdayaan yang memadai. Hal ini bertujuan agar anak tidak kehilangan kesempatan mengembangkan kapasitas digitalnya.
Pendekatan yang terlalu restriktif berpotensi mendorong anak mengakses ruang digital secara sembunyi-sembunyi. Situasi ini justru dapat meningkatkan risiko karena minimnya pendampingan. Oleh karena itu, penting untuk menghindari kesenjangan literasi digital antar wilayah. Keberhasilan kebijakan perlindungan anak digital sangat bergantung pada keseimbangan antara perlindungan dan pemberdayaan anak. Penguatan literasi digital dan pendidikan kesehatan reproduksi juga menjadi kunci.
Sumber: AntaraNews