Pakistan Tegaskan Patuhi Gencatan Senjata, Tapi Siap Balas India Jika Kedaulatan Terancam
Ketegangan India-Pakistan meningkat dalam sebulan terakhir, puncaknya pada perang empat hari sebelum gencatan senjata pada Sabtu (10/5).
Menteri Hukum dan Keadilan Pakistan, Barrister Aqeel Malik, menegaskan Pakistan berkomitmen untuk mematuhi ketetapan gencatan senjata yang disepakati dengan India. Namun, ia juga menekankan Islamabad akan siap memberikan respons jika kedaulatan negara mereka terancam.
"Kami telah menanggapi sesuai dengan pembelaan diri dan hak kami. Kami juga mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan dalam gencatan senjata," ungkap Malik dalam konferensi pers bersama awak media di Kedutaan Besar Pakistan di Jakarta pada Kamis (15/5).
Lebih lanjut, ia menjelaskan kepada komunitas internasional bahwa Pakistan adalah negara yang bertanggung jawab dan memilih untuk menahan diri.
"Tetapi kami akan menanggapi jika menyangkut kedaulatan dan integritas teritorial. Pakistan akan mematuhi ketentuan gencatan senjata secara lebih luas. Dan saya harap ini tidak sampai pada titik di mana kami mungkin harus menanggapi lagi," tambahnya.
Malik juga menyatakan mereka telah menerima permintaan dari berbagai negara dan pihak internasional agar Pakistan tetap menahan diri.
"Banyak pihak menyoroti dan menekankan agar Pakistan menahan diri. Tentu saja kami memilih melakukannya," katanya.
Mengenai gencatan senjata, ia mengapresiasi peran yang dimainkan oleh Turki, China, Azerbaijan, serta negara-negara lain seperti UEA, Qatar, Oman, dan Arab Saudi. Menurutnya, negara-negara tersebut memiliki kontribusi yang signifikan dalam proses negosiasi dan gencatan senjata yang sedang berlangsung.
"Kami juga sangat berterima kasih dan menghargai peran mediasi yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam memastikan terwujudnya gencatan senjata ini," tambahnya.
"Dan tentu saja, saya tidak akan membahas secara rinci gencatan senjata ini, karena ini masih merupakan proses yang sedang berlangsung. Ini merupakan situasi yang terus berkembang. Kami sangat berharap India memilih untuk menggunakan diplomasi," tutupnya.