Barito Putera dan Persiba Balikpapan Berbagi Poin Setelah Drama Enam Gol di Banjarmasin

Laga sengit antara Barito Putera dan Persiba Balikpapan berakhir imbang 3-3 di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, menyajikan drama enam gol dan gol penyama kedudukan di menit akhir.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Barito Putera dan Persiba Balikpapan Berbagi Poin Setelah Drama Enam Gol di Banjarmasin
Laga sengit antara Barito Putera dan Persiba Balikpapan berakhir imbang 3-3 di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, menyajikan drama enam gol dan gol penyama kedudukan di menit akhir. (AntaraNews)

PS Barito Putera dan Persiba Balikpapan harus puas berbagi satu poin setelah melakoni pertandingan dramatis di pekan ke-25 Grup B/Timur Pegadaian Championship. Laga yang diwarnai hujan enam gol ini berlangsung di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Sabtu malam. Hasil imbang 3-3 ini mengubah posisi kedua tim di klasemen sementara kompetisi.

Pertandingan tersebut menyuguhkan aksi saling balas gol yang menegangkan, dengan kedua tim menunjukkan semangat juang tinggi hingga peluit akhir. Drama terjadi sejak awal laga hingga menit-menit krusial tambahan waktu babak kedua. Para pendukung yang hadir disuguhkan tontonan sepak bola yang penuh gairah dan kejutan.

Dengan hasil ini, Barito Putera sementara naik ke posisi kedua klasemen dengan koleksi 49 poin, setara dengan PSS Sleman yang belum bertanding. Sementara itu, Persiba Balikpapan masih tertahan di urutan kesembilan Grup B dengan raihan 18 poin, menunjukkan perjuangan keras mereka di papan bawah.

Babak Pertama Penuh Kejutan dan Kontroversi

Inisiatif serangan sempat diambil oleh tim tamu Persiba Balikpapan pada awal pertandingan, meskipun belum menghasilkan peluang berbahaya yang signifikan. Barito Putera justru lebih dulu mengancam gawang lawan melalui sundulan Renan Alves, namun masih berhasil diamankan oleh penjaga gawang Persiba. Ketegangan mulai terasa sejak menit-menit awal laga ini.

Kebuntuan pecah pada menit ke-20 ketika bek tuan rumah, Fabiano Beltrame, secara tidak sengaja mencetak gol bunuh diri. Gol ini terjadi saat Beltrame berusaha menghalau tembakan Abdul Aziz, sehingga memberikan keunggulan 1-0 bagi Persiba. Momen ini menjadi pukulan awal bagi Laskar Antasari di kandang sendiri.

Barito Putera tidak menyerah dan berhasil membalas pada menit ke-38 melalui gol Alexsandro Ferreira. Gol ini sempat memicu protes keras dari kubu tim tamu yang menganggap ada pelanggaran dalam prosesnya, namun setelah pemeriksaan VAR, gol tetap disahkan. Insiden ini bahkan membuat wasit mengeluarkan kartu kuning untuk ofisial kedua tim, menunjukkan intensitas pertandingan yang tinggi.

Fabiano Beltrame kemudian membayar lunas kesalahannya dengan mencetak gol penyeimbang tepat di penghujung babak pertama. Gol ini membawa Barito Putera unggul 2-1 atas Persiba saat kedua tim memasuki ruang ganti. Babak pertama berakhir dengan keunggulan tipis untuk tuan rumah, setelah drama gol bunuh diri dan kontroversi VAR.

Drama Saling Balas Gol di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, tuan rumah kembali dikejutkan oleh aksi cepat Persiba Balikpapan yang berhasil menyamakan kedudukan. Gol penyama kedudukan dicetak oleh Muhammad Isfandyar Abdillah hanya semenit setelah peluit babak kedua dibunyikan. Gol cepat ini mengubah dinamika pertandingan dan membuat skor kembali imbang 2-2.

Gol tersebut membuat jalannya pertandingan semakin terbuka, dengan kedua tim saling melancarkan serangan untuk mencari keunggulan. Upaya Barito Putera untuk merestorasi keunggulan melalui pergerakan Renan Alves pada menit ke-57 sayangnya belum membuahkan hasil. Pertahanan Persiba tampil cukup solid menghadapi gempuran tuan rumah.

Justru Persiba Balikpapan yang berhasil membalikkan keadaan dan unggul 3-2 berkat gol sundulan Takumu Nishihara. Gol ini memberikan suntikan semangat besar bagi tim tamu yang sebelumnya sempat tertinggal. Keunggulan ini membuat Persiba berada di atas angin menjelang akhir pertandingan.

Memasuki masa tambahan waktu, Barito Putera meningkatkan tekanan secara masif untuk mengejar ketertinggalan. Wasit Subakir memberikan tambahan waktu 10 menit, yang dimanfaatkan tuan rumah untuk terus menekan pertahanan Persiba. Tekanan ini akhirnya membuahkan hasil dramatis di penghujung laga.

Gol Dramatis di Menit Akhir dan Posisi Klasemen

Tambahan waktu 10 menit yang diberikan wasit Subakir dimanfaatkan dengan sangat baik oleh tuan rumah demi mencari gol penyama kedudukan. Tepat pada menit ke-10 injury time, Renan Alves muncul sebagai penyelamat Barito Putera. Ia mencetak gol yang sukses menghindarkan Laskar Antasari dari kekalahan di kandang sendiri.

Gol dramatis Renan Alves ini memastikan pertandingan berakhir dengan skor imbang 3-3, membuat kedua tim harus puas berbagi satu poin. Hasil ini tentu terasa pahit bagi Persiba yang sudah di ambang kemenangan. Sementara bagi Barito, gol ini adalah penyelamat dari kekalahan di hadapan pendukungnya.

Hasil laga yang diwarnai hujan enam gol ini membuat Barito Putera sementara naik ke posisi kedua klasemen Grup B/Timur Pegadaian Championship. Mereka kini mengoleksi 49 poin, jumlah yang sama dengan PSS Sleman yang baru akan melakoni laga pekan ke-25 pada Senin (20/4). Persaingan di papan atas semakin ketat dengan hasil ini.

Di sisi lain, Persiba Balikpapan belum mampu beranjak dari urutan kesembilan, atau kedua dari dasar klasemen Grup B. Mereka hanya meraih 18 poin dari 25 pertandingan, menunjukkan bahwa perjuangan mereka untuk keluar dari zona bawah masih sangat berat. Hasil imbang ini menambah satu poin berharga, namun belum cukup signifikan untuk mengubah posisi mereka secara drastis.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi