Militer Pakistan baru-baru ini menyatakan telah menembak jatuh puluhan drone Israel yang dioperasikan India. Militer Pakistan mengungkapkan, drone tersebut menggunaka mesin yang diproduksi oleh perusahaan Inggris, UAV Engines Ltd, anak perusahaan Elbit Systems Israel.
Klaim ini didasarkan pada foto-foto mesin drone yang berhasil diamankan oleh pihak militer Pakistan. Foto-foto tersebut, menurut laporan Middle East Eye (MEE), telah dicocokkan dengan model mesin yang diproduksi oleh UAV Engines Ltd. Meskipun kedua gambar yang dicocokkan oleh MEE berasal dari mesin yang sama, MEE tidak dapat memverifikasi gambar dari Pakistan secara independen.
Sumber pemerintah India mengonfirmasi kepada MEE Kamis lalu, Pakistan telah menembak jatuh sedikitnya satu drone Israel yang diluncurkan oleh India. Pakistan mengklaim pada Jumat bahwa mereka telah menembak jatuh 77 pesawat nirawak tersebut.
Di antara model-model lainnya, India menggunakan pesawat nirawak bunuh diri Harop buatan Israel Aerospace Industries (IAI), serta pesawat nirawak bunuh diri SkyStriker yang dikembangkan oleh produsen senjata terbesar Israel, Elbit Systems.
Mesin pada foto yang beredar itu adalah AR731, yang memiliki rasio tenaga terhadap berat tertinggi dari semua mesin rotari di dunia. Foto tersebut tampaknya cocok dengan gambar dan spesifikasi model yang ditampilkan di situs web UAV Engines Ltd
Sumber pemerintah India mengatakan kepada MEE pada hari Kamis bahwa beberapa pesawat nirawak yang diluncurkan ke Pakistan dipasok ke militer India oleh Adani Group, sebuah perusahaan multinasional yang didirikan oleh miliarder India Gautam Adani yang berbagi jalur produksi dengan Elbit.
MEE mengonfirmasi kepada Departemen Bisnis dan Perdagangan Inggris apakah mereka pernah memberikan lisensi penjualan mesin UAV ke Israel atau India, namun mereka menolak berkomentar. MEE juga telah meminta komentar dari UAV Engines Ltd.
Selama satu dekade terakhir, India telah mengimpor perangkat keras militer senilai USD2,9 miliar dari Israel, termasuk radar, pesawat pengintai dan tempur, serta rudal.
Pakistan dan India terlibat perang selama empat hari, sebelum gencatan senjata yang difasilitasi Amerika Serikat. India menyerang Pakistan pada 7 Mei 2025, dipicu serangan penembakan di Pahalgam, wilayah Kashmir yang dikuasai India pada 22 April, yang menewaskan 26 turis. India menuding Pakistan berada di balik serangan tersebut tanpa disertai bukti. Islamabad membantah dan menuntut penyelidikan internasional terkait serangan penembakan tersebut.