Sebelum Gencatan Senjata, Pakistan Tembak Jatuh 77 Drone India Buatan Israel
Kedua negara bertetangga ini telah menyepakati gencatan senjata yang difasilitasi AS.
Pakistan mengumumkan keberhasilannya dalam menembak jatuh 77 drone buatan Israel yang diluncurkan India. Pengumuman mengejutkan ini disampaikan Juru Bicara Militer Pakistan, Letjen Ahmed Sharif Chaudhry, dalam konferensi pers pada Jumat, 9 Mei 2025, beberapa jam sebelum gencatan senjata.
Gencatan senjata ditengahi Amerika Serikat dan mulai berlaku pada Sabtu (10/5). Drone-drone serang tipe Harop, yang dirancang oleh Israel Aerospace Industries (IAI), beroperasi di berbagai kota Pakistan, termasuk Lahore dan Karachi, dan dianggap sebagai pelanggaran serius gencatan senjata di sepanjang Garis Kontrol (LoC).
Letjen Chaudhry menjelaskan keberhasilan penembakan drone tersebut merupakan hasil dari kombinasi senjata konvensional dan sistem penangkal elektronik canggih yang dimiliki oleh militer Pakistan. Dia menambahkan, militer Pakistan berhasil menetralisir seluruh drone tersebut tanpa satu pun kembali ke India.
Insiden ini merupakan puncak dari eskalasi militer antara India dan Pakistan yang dimulai setelah serangan mematikan di distrik Pahalgam, India pada 22 April 2025, yang menewaskan 26 orang. India menuduh elemen-elemen yang berbasis di Pakistan sebagai dalang serangan tersebut, tuduhan yang dibantah oleh Pakistan yang meminta penyelidikan internasional yang independen dan netral. Sebagai respons atas serangan India, Pakistan juga melaporkan telah menembak jatuh 5 pesawat tempur India.
Serangan India mengakibatkan korban jiwa yang signifikan, dengan laporan menyebutkan 33 orang tewas dan 62 lainnya luka-luka. Chaudhry menuduh India melakukan serangan yang disengaja dan menargetkan daerah-daerah sipil. Pakistan juga membantah klaim India bahwa pesawat Pakistan telah ditembak jatuh atau bahwa Pakistan telah melancarkan serangan di wilayah India, meminta bukti fisik sebagai pembuktian.
Menanggapi tuduhan India bahwa pesawat Pakistan telah ditembak jatuh atau bahwa Pakistan telah melakukan serangan di dalam wilayah India, Chaudhry mengatakan, “India harus menunjukkan reruntuhan setidaknya satu pesawat jika klaimnya dapat dipercaya,” seperti dikutip dari Middle East Monitor, Senin (12/5).
Ia menambahkan, tentara Pakistan tidak kehilangan satu pun anggotanya dalam bentrokan antara kedua negara, meskipun ada korban di antara para prajuritnya.
Pada hari Kamis, media India melaporkan Pakistan telah melakukan serangan yang menargetkan depot amunisi di wilayah India di Jammu dan Kashmir. Kementerian Luar Negeri Pakistan kemudian membantahnya, dengan menyatakan tuduhan serangan di wilayah Pathankot dan Srinagar "tidak berdasar."
Pada 6 Mei, India melancarkan serangan rudal yang menargetkan apa yang digambarkannya sebagai "tempat persembunyian teroris" di dalam wilayah Pakistan, sebagai balasan atas serangan teror Pahalgam.
Menurut New Delhi, serangannya menargetkan sembilan lokasi militan, sementara Islamabad mengatakan serangan itu mengenai enam lokasi sipil, menewaskan 33 orang dan melukai 62 lainnya.