India Luncurkan Puluhan Drone Buatan Israel ke Pakistan, 25 Unit Berhasil Ditembak Jatuh
Selama satu dekade terakhir, India telah mengimpor perangkat keras militer senilai Rp46,4 Triliun dari Israel.
Pakistan menembak jatuh sejumlah drone buatan Israel yang diluncurkan India ke wilayah udaranya kemarin, setelah serangkaian serangan dari India di berbagai lokasi di Pakistan pada Rabu (7/5).
Menurut Direktur Jenderal Inter-Services Public Relations (ISPR), Letnan Jenderal Ahmad Sharif Chaudhry, drone buatan Israel berhasil dihancurkan di berbagai kota Pakistan, termasuk Lahore, Gujranwala, Rawalpindi, Chakwal, Bahawalpur, Mianwali, Karachi, Chor, dan Attock. Ia melaporkan bahwa drone-drone tersebut hancur berkat kombinasi senjata konvensional dan sistem penangkal elektronik, demikian dilansir The Cradle.
Sementara itu, sumber pemerintah India mengonfirmasi bahwa sedikitnya hanya satu drone Israel yang dapat ditembak jatuh oleh Pakistan. Kedua belah pihak saling menuduh bahwa klaim militer masing-masing merupakan bagian dari perang propaganda.
Dilansir Middle East Eye, Kamis (8/5), sumber India mengatakan bahwa drone-drone tersebut dibuat di Israel dan dipasok ke militer India oleh Adani Group, sebuah perusahaan multinasional yang didirikan oleh miliarder India, Guatam Adani. Adani dikabarkan dekat dengan Perdana Menteri India Narendra Modi selama beberapa dekade.
Adani Group berbagi lini produksi dengan perusahaan militer Israel, Elbit Systems, tempat India menyediakan drone Hermes 900 kepada Israel setelah dimulainya perang di Gaza.
Selama satu dekade terakhir, India telah mengimpor perangkat keras militer senilai USD2,9 Miliar atau senilai Rp46,4 Triliun dari Israel. Perangkat tersebut termasuk radar, drone pengintai dan drone tempur, serta rudal.
Drone Harop milik Israel Aerospace Industries (IAI) yang diluncurkan oleh India ke Pakistan adalah drone “bunuh diri” atau “kamikaze,” yang dikenal sebagai amunisi yang berkeliaran. Panjang alat tersebut hingga 2,5 meter dan lebar sayapnya tiga meter.
Alat tersebut telah digunakan dalam perang Suriah oleh Israel dan India, serta oleh Azerbaijan dalam perang Nagorno-Karabakh dengan Armenia.
‘Perang retorika’
Sharif mengatakan, selain drone yang ditembak jatuh di atas langit Lahore dan Karachi, satu drone lainnya juga telah jatuh di atas Kota Garnisun, Rawalpindi, tempat markas besar tentara Pakistan berada. Satu pesawat tersebut menghantam sasaran militer di dekat Lahore dan empat personel tentara Pakistan terluka dalam serangan ini, kata dia.
“Drone India terus dikirimkan ke wilayah udara Pakistan. India harus membayar mahal atas agresi terang-terangan ini,” tegasnya.
Putaran permusuhan terbaru antara negara tetangga bersenjata nuklir ini terjadi setelah India menyampaikan telah menghantam “infrastruktur teroris” di Pakistan pada Rabu (7/4) dini hari, termasuk lokasi yang terkait dengan kelompok ekstremis Jaish-e-Mohammed dan Lashkar-e-Taiba (LeT). Kejadian tersebut terjadi dua minggu setelah India menuduh Pakistan terlibat dalam serangan yang menewaskan 26 orang di Kashmir yang dikuasai India.
Kementerian Pertahanan India mengatakan Pakistan berupaya menyerang target militer di India Utara dan Barat pada Rabu malam dan Kamis dini hari. Kantor tersebut juga mengatakan serangan tersebut berhasil “dinetralkan” oleh pertahanan udara India.
Meski kekhawatiran akan perang antara Pakistan dan India meningkat, sumber dari kedua belah pihak menggambarkan situasi ini sebagai “perang retorika” yang kemungkinan besar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey