Hamas: Gaza Hari Ini adalah Auschwitz Abad ke-21, Netanyahu Dalang Holocaust Paling Mengerikan di Zaman Modern
Pernyataan ini menanggapi pidato Netanyahu saat menghadiri "Peringatan Holocaust" di Yerusalem.
Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, menanggapi pidato rasis dan ekstremis Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam acara "Peringatan Holocaust" di Yerusalem. Dalam kesempatan itu, penjahat perang Netanyahu menyebut Hamas sebagai Nazi dan Hitler.
"Mereka ingin membunuh, menghancurkan semua Yahudi," kata Netanyahu, seperti dikutip dari laman Deutsche Welle, Jumat (25/4).
"Mereka secara terbuka mendeklarasikan niat mereka untuk menghancurkan negara Yahudi, dan itu tidak akan terjadi."
Dalam pernyataannya menanggapi tudingan tersebut, Hamas mengatakan saat ini Gaza sedang dihancurkan oleh api genosida.
"Mereka yang menangisi para korban Nazisme adalah dalang genosida di zaman kita," jelas pernyataan tersebut.
Menurut Hamas, pernyataan Netanyahu tersebut bagian dari kebijakan genosida Israel terhadap rakyat Palestina dan menjadikannya justifikasi atau pembenaran atas kejahatan mereka di Gaza.
"Netanyahu, yang berbicara tentang "tidak akan pernah mengulangi Holocaust," adalah orang yang memimpin salah satu holocaust paling mengerikan di zaman modern, di mana warga Palestina di Gaza dibakar hidup-hidup — di tempat penampungan, di bawah reruntuhan rumah mereka, dan dikubur hidup-hidup di kamp pengungsian, rumah sakit, dan sekolah. Holocaust ini tidak memerlukan kamar gas; holocaust ini dilaksanakan dengan senjata Barat terkini, dilakukan di hadapan dunia," tegas Hamas.
"Kami mengingatkan dunia bahwa Gaza saat ini adalah Auschwitz abad ke-21 — yang abunya adalah Palestina, pelakunya adalah Zionis, dan banyak orang mengalihkan pandangan mereka saat berbicara tentang “hak untuk membela diri,” dalam salah satu ekspresi paling mengerikan dari kemunafikan politik dan moral."
Auschwitz adalah kamp konsentrasi pemusnahan massal yang dibangun Nazi Jerman selama Perang Dunia II.
Israel telah membunuh lebih dari 50.000 warga Palestina di Gaza sejak perang genosida dimulai pada 7 Oktober 2023. Sebagian besar korban adalah anak-anak dan perempuan.
"Kami berbicara kepada masyarakat dunia, lembaga hak asasi manusia, dan setiap hati nurani yang hidup: Mereka yang menangisi korban Nazisme telah menjadi dalang genosida di zaman kita," lanjut Hamas.
"Menentang proyek pemusnahan zionis ini bukan hanya hak yang sah — itu adalah kewajiban moral dan manusiawi," pungkas Hamas dalam pernyataannya.