Pemimpin Oposisi Israel: Negara Waras Tidak Membunuh Bayi Sebagai Hobi
Tokoh oposisi Israel menyebut pemerintahan Netanyahu akan dikucilkan dunia jika masih melakukan kejahatan kemanusiaan di Gaza.
Pemimpin oposisi Israel, Yair Golan, menyebut Israel sebagai “Negara terkucilkan,” yang membunuh anak-anak di Gaza “sebagai hobi.”
Dalam sebuah wawancaranya dengan stasiun televisi Israel Kan pada Selasa (20/5), Golan menyatakan, “Israel akan segera berada dalam proses menjadi negara paria (negara terkucilkan), seperti Afrika Selatan, jika tidak kembali bertindak seperti negara yang waras.”
Ia menganggap jika suatu negara benar-benar waras, mereka tidak akan melakukan hal keji terhadap anak-anak seperti yang kini dilakukan Israel.
“Dan negara yang waras tidak akan berperang melawan warga sipil. Tidak membunuh anak-anak sebagai hobi, dan tidak bertujuan untuk mengusir penduduk,” tambahnya, seperti dikutip Quds News Network, Rabu (21/5).
Tanggapan Netanyahu
“Pemerintah ini dipenuhi orang-orang dengan tipe pendendam yang tidak bermoral dan tidak memiliki kemampuan untuk menjalankan negara di masa krisis. Ini membahayakan keberadaan kita.”
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menanggapi pernyataan Golan dan menyebutnya sebagai “Fitnah Berdarah” serta “Hasutan Liar.”
“Saya mengutuk keras hasutan liar dari Yair Golan terhadap tentara heroik kami dan terhadap negara Israel,” katanya seraya menyebut, “tentara Israel adalah tentara paling bermoral di dunia.”
Sejak dimulainya serangan di Gaza pada Oktober 2023, pasukan Israel telah menewaskan lebih dari 53.500 warga Palestina. Banyak dari korban jiwa tersebut adalah wanita dan anak-anak.
Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey