Hacker Iran Retas Ponsel Ajudan Netanyahu, Isinya Banyak Skandal Mengejutkan
Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan belum ditemukan adanya pelanggaran keamanan.
Sebuah kelompok peretas yang dikaitkan dengan Iran pada Minggu mengklaim telah memperoleh akses ke ponsel milik kepala staf Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Tzachi Braverman, dan mengancam akan mempublikasikan materi yang disebut-sebut dapat mengaitkannya dengan sebuah skandal politik.
Kelompok yang dikenal dengan nama Handala itu menyatakan dalam sebuah unggahan di platform media sosial X bahwa mereka telah meretas iPhone milik Braverman dan akan merilis dokumen-dokumen pada hari yang sama terkait apa yang mereka sebut sebagai “Bibi Gate”, merujuk pada dugaan skandal yang melibatkan lingkaran dalam Netanyahu.
Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan belum ditemukan adanya pelanggaran keamanan. “Tidak ditemukan adanya peretasan. Masalah ini sedang diselidiki,” demikian pernyataan resminya, seperti dilansir laman Iran International.com, Minggu (28/12).
Daftar Nomor Telepon
Handala sebelumnya juga mengklaim bertanggung jawab atas sejumlah aksi peretasan yang menargetkan tokoh dan institusi Israel.
Awal Desember lalu, kelompok ini mengatakan telah mengakses data dari ponsel mantan perdana menteri Naftali Bennett. Namun Bennett kemudian menegaskan bahwa perangkatnya tidak diretas, melainkan akses tidak sah hanya terjadi pada akun Telegram miliknya.
Pada Minggu, Handala merilis apa yang mereka sebut sebagai berkas awal yang diduga diambil dari ponsel Braverman. Berkas tersebut mencakup daftar nomor telepon yang diklaim milik pejabat senior Israel dan orang-orang dekat Netanyahu, serta dokumen dan video yang tampaknya berkaitan dengan urusan resmi pemerintahan.
Qatargate
Dalam unggahannya, kelompok tersebut menuduh memiliki komunikasi terenkripsi, catatan keuangan, dan informasi sensitif lainnya. Namun, mereka tidak menyertakan bukti yang mendukung klaim tersebut. Iran International menyatakan tidak dapat memverifikasi keaslian materi itu secara independen.
Ancaman tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan politik di Israel terkait penyelidikan yang secara kolektif dikenal sebagai kasus “Qatargate”, di mana dua penasihat Netanyahu dituduh bekerja untuk Qatar saat masih bertugas di kantor perdana menteri. Netanyahu dan para ajudannya membantah adanya pelanggaran.
Salah satu penasihat tersebut, Eli Feldstein, secara terpisah mengakui telah membocorkan informasi rahasia kepada surat kabar Jerman Bild, menurut media Israel. Otoritas Israel menyatakan kasus tersebut sedang diselidiki. Feldstein menuduh bahwa Braverman mengetahui adanya penyelidikan internal militer terkait kebocoran tersebut, tuduhan yang dibantah oleh Braverman.
Terkait Kementerian Intelijen Iran
Braverman, yang telah ditunjuk sebagai duta besar Israel berikutnya untuk Inggris, menolak adanya keterkaitan dengan berbagai skandal tersebut.
Para peneliti keamanan siber dan pejabat Barat secara luas menggambarkan Handala sebagai kelompok yang terkait dengan Kementerian Intelijen Iran, meski Teheran tidak pernah secara terbuka mengakui adanya hubungan tersebut.
Kelompok ini diyakini merupakan bagian dari operasi siber yang lebih luas, yang oleh para peneliti dikaitkan dengan unit bernama “Banished Kitten”, yang sebelumnya dikaitkan dengan serangan terhadap infrastruktur Israel, lembaga publik, dan organisasi media.
Para peneliti juga mengaitkan Handala dengan operasi siber yang menargetkan Iran International, sebuah media berbahasa Persia berbasis di London yang dikenal kritis terhadap pemerintah Iran.