Sosok Kontroversi Sekretaris Militer Netanyahu Bakal Pimpin Mossad
Gofman dijadwalkan untuk secara resmi mengambil alih kepemimpinan Mossad pada bulan Juni yang akan datang.
Mayjen Roman Gofman resmi diangkat sebagai direktur baru Badan Intelijen Mossad oleh Pemerintah Israel. Penunjukkan ini disepakati Minggu (13/4) usai mendapatkan persetujuan dari Komite Penasihat Penunjukan Senior.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebagaimana dilaporkan oleh Times of Israel, telah menandatangani surat resmi yang mengangkat Gofman. Dalam pernyataan dari kantornya, disebutkan bahwa Gofman akan mulai menjabat sebagai kepala Mossad pada 2 Juni mendatang dengan masa jabatan selama lima tahun.
Persetujuan ini diberikan setelah Komite Penasihat Penunjukan Senior, yang dipimpin oleh mantan Presiden Mahkamah Agung Israel, Asher Grunis, melakukan evaluasi terhadap kandidat. Sebagian besar laporan yang dihasilkan oleh komite tersebut berfokus pada insiden yang terjadi pada tahun 2022, ketika Roman Gofman masih menjabat sebagai komandan Divisi Regional "Bashan" ke-210 di Dataran Tinggi Golan.
Dalam kapasitasnya, Gofman menyetujui keterlibatan seorang remaja berusia 17 tahun bernama Ori Elmakayes dalam kampanye pengaruh di media sosial berbahasa Arab yang ditujukan kepada Iran, Hizbullah, dan Hamas.
Keterlibatan remaja tersebut berujung pada masalah hukum, di mana Elmakayes ditangkap dan ditahan oleh otoritas keamanan dengan tuduhan menyebarkan informasi rahasia. Menanggapi situasi ini, Gofman mengklaim bahwa ia tidak mengetahui usia Elmakayes saat direkrut.
Ia juga menegaskan bahwa hanya informasi yang tidak bersifat rahasia yang boleh diberikan kepada remaja tersebut untuk dipublikasikan. Namun, meski demikian, Elmakayes tetap menjalani penahanan selama 18 bulan.
Seluruh dakwaan terhadapnya baru dicabut setelah terungkap bahwa informasi rahasia yang ia unggah sebenarnya berasal dari petugas intelijen militer Israel yang memberikannya kepada Elmakayes. Dalam penilaian akhir, tiga anggota junior dalam Komite Penasihat Penunjukan Senior menyimpulkan bahwa insiden tersebut tidak cukup menjadi alasan untuk menggugurkan pencalonan Gofman sebagai kepala Mossad. Namun, Grunis dalam pendapat terpisah justru merekomendasikan agar Gofman didiskualifikasi dari jabatan tersebut.
Menanggapi keputusan itu, Elmakayes memberikan kritik tajam dan menyebutnya sebagai sesuatu yang tidak masuk akal. Melalui platform X, ia menuduh Gofman telah merekrutnya secara tidak sah dan meninggalkannya tanpa perlindungan ketika masalah muncul.
"Orang yang menelantarkan seorang anak berusia 17 tahun juga tidak akan melindungi agen Mossad," tulis Elmakayes, menegaskan bahwa penunjukan Gofman merupakan ancaman serius bagi Mossad dan keamanan Israel, serta berjanji akan terus berupaya untuk menggagalkan pengangkatan tersebut.
Profil Gofman
Gofman dijadwalkan untuk menggantikan posisi kepala Mossad yang saat ini dijabat oleh David Barnea, yang masa jabatannya akan berakhir pada bulan Juni. Penunjukan ini mendapatkan kritik dari beberapa pejabat keamanan, baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun, yang berpendapat bahwa Gofman tidak memiliki latar belakang operasional dan intelijen yang biasanya diperlukan untuk memimpin lembaga ini.
Gofman dikenal memiliki hubungan dekat dengan Netanyahu dan telah menjabat sebagai sekretaris militer perdana menteri selama hampir dua tahun. Dalam kapasitasnya, ia sering melakukan perjalanan untuk mewakili Netanyahu serta mengawasi pelaksanaan instruksi perdana menteri di lingkungan militer Israel.
Lahir di Belarus, Gofman pindah ke Israel bersama keluarganya pada tahun 1990 ketika ia berusia 14 tahun. Ia memulai karirnya di Korps Lapis Baja Angkatan Pertahanan Israel (IDF) dan berhasil mencapai posisi komandan divisi sebelum beralih dari peran tempur.
Pada insiden serangan yang terjadi pada 7 Oktober 2023, saat menjabat sebagai komandan pangkalan pelatihan Tzeelim, Gofman bergerak menuju perbatasan Gaza dan mengalami cedera serius akibat baku tembak dengan militan Hamas di daerah persimpangan Sha'ar Hanegev, dekat Kota Sderot.
Sebelum menjabat sebagai sekretaris militer Netanyahu pada tahun 2024, Gofman juga pernah menulis dokumen kontroversial yang merekomendasikan agar Israel mempertahankan kendali militer atas Gaza setelah mengalahkan Hamas dalam konflik.