Dalam dunia spionase, nama Eli Cohen menjadi legenda yang tak lekang oleh waktu. Ia adalah seorang agen Mossad, badan intelijen Israel, yang dikenal karena keberaniannya dalam menjalankan misi berbahaya.
Kisahnya diangkat ke dalam berbagai film dan buku, termasuk miniseri Netflix "The Spy". Artikel ini akan mengulas kisah lengkap Eli Cohen, seorang mata-mata Israel yang menyamar sebagai miliarder Suriah pada tahun 1960-an.
Bagaimana ia berhasil menembus lingkaran elite Suriah? Informasi apa saja yang berhasil ia kumpulkan? Dan bagaimana akhir tragis dari misinya tersebut? Simak ulasan selengkapnya:
Advertisement
Eli Cohen tidak hanya sekadar menyamar, ia menciptakan identitas baru yang begitu meyakinkan. Ia menjadi Kamel Amin Thaabet, seorang pengusaha kaya keturunan Suriah yang kembali dari Argentina.
Dengan persona yang karismatik dan kemampuan bergaul yang luar biasa, Cohen dengan mudah memikat hati para pejabat tinggi Suriah. Cohen membangun jaringan luas dengan kalangan militer dan politik, mendapatkan akses ke informasi-informasi rahasia yang sangat penting bagi Israel.
Penyamarannya begitu sempurna sehingga tidak ada yang menyangka bahwa ia adalah seorang mata-mata. Perlu dicatat, meskipun sering disebut sebagai "miliarder", sebagian besar sumber menekankan bahwa Cohen menyamar sebagai pengusaha kaya, bukan miliarder dalam arti sebenarnya.
Advertisement
Tujuan utama Eli Cohen adalah mengumpulkan informasi intelijen tentang kekuatan militer dan rencana politik Suriah. Ia berhasil mendapatkan akses ke informasi rahasia, termasuk lokasi bunker-bunker Suriah di Dataran Tinggi Golan.
Informasi ini terbukti sangat krusial bagi kemenangan Israel dalam Perang Enam Hari tahun 1967. Cohen mengirimkan informasi penting ke Israel melalui berbagai cara, termasuk radio dan surat rahasia.
Ketika Perang Enam Hari, Israel unggul secara taktis dan strategis, sebagian besar karena data intelijen yang dikumpulkan Cohen saat menyamar di jantung kekuasaan Suriah.
Keberhasilannya dalam mengumpulkan informasi intelijen sangat luar biasa, mengingat risiko yang harus ia hadapi setiap hari. Akhirnya pada 1965, seorang ahli dari Uni Soviet yang disewa oleh dinas intelijen Suriah berhasil menyadap pesan yang sedang dikirimkan Cohen ke Israel.
Advertisement
Pada Januari 1965, Eli Cohen tertangkap oleh dinas intelijen Suriah setelah pesan-pesannya disadap. Penangkapan ini menjadi akhir dari misinya yang gemilang.
Meskipun disiksa dengan kejam, Cohen tetap menolak untuk membocorkan informasi yang merugikan Israel. Ia menunjukkan keberanian dan kesetiaan yang luar biasa kepada negaranya. Pengkhianatan ini menjadi pukulan telak bagi Israel dan mengakhiri karir spionase Eli Cohen.
Eksekusi dan Warisan Abadi
Setelah melalui pengadilan yang penuh tekanan, Eli Cohen dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi pada 18 Mei 1965 di Damaskus. Jasadnya hingga kini belum dikembalikan ke Israel.Meskipun tragis, kematian Cohen tidak menghapus jasanya bagi Israel.
Ia tetap dikenang sebagai pahlawan dan legenda di dunia intelijen. Informasi yang dikumpulkannya memberikan kontribusi signifikan bagi keamanan dan kemenangan strategis Israel.