Tak Ada Ampun, Begini Nasib Tragis Mata-Mata Mossad yang Ditangkap Iran
“Majid Mosayebi digantung pagi ini setelah menjalani seluruh proses prosedur pidana," kata pengadilan Iran.
Iran mengeksekusi seorang pria pada hari Minggu yang dihukum karena menjadi agen mata-mata Mossad Israel, kata pengadilan. Israel sukses membunuh para jenderal petinggi Iran saat melakukan serangan pertamanya.
Hal ini diyakini bisa terjadi karena ulah mata-mata, agen Mossad, intelijen milik Israel.
“Majid Mosayebi digantung pagi ini setelah menjalani seluruh proses prosedur pidana dan setelah hukumannya dikonfirmasi oleh Mahkamah Agung,” kata situs web Mizan Online milik pengadilan, dikutip dari Times Of Israel.
Mosayebi dituduh berusaha memberikan ‘informasi sensitif’ kepada Mossad, katanya. Tidak disebutkan kapan Mosayebi ditangkap.
Banyak Mata-Mata Ditangkap
Iran telah melakukan beberapa penangkapan terhadap orang-orang yang dicurigai sebagai mata-mata Israel sejak dimulainya kampanye melawan program nuklir dan infrastruktur militer Republik Islam itu pada tanggal 13 Juni.
Pada hari Sabtu, polisi di provinsi Qom Iran mengatakan 22 orang yang terkait dengan mata-mata Israel telah ditangkap sejak tanggal 13 Juni, kantor berita semi-resmi Fars melaporkan.
“22 Orang diidentifikasi dan ditangkap atas tuduhan terkait dengan badan mata-mata rezim Zionis, mengganggu opini publik, dan mendukung rezim kriminal,” kata kantor berita itu, mengutip kepala intelijen polisi di provinsi Qom, Iran.
Kenapa Bisa Ditangkap?
Kemudian pada hari Minggu, juru bicara kehakiman Asghar Jahangir mengatakan, tiga orang telah ditangkap di provinsi barat Kermanshah atas tuduhan spionase.
Penangkapan tersebut dilakukan berkat “kehadiran penduduk yang cepat dan bantuan mereka kepada badan intelijen, lembaga penegak hukum, dan petugas kehakiman,” katanya.
“Salah satu dari mereka dikatakan sebagai warga negara Eropa,” tambahnya, dikutip oleh Mizan.
Jahangir juga mengumumkan bahwa “cabang peradilan khusus akan dibentuk” di kantor kejaksaan dan pengadilan provinsi untuk menangani kasus spionase yang terkait dengan Israel atas dasar “luar biasa”.
Fakta LSM HAM
Iran secara berkala mengumumkan penangkapan terhadap tersangka mata-mata, tanpa memberikan bukti, dan telah menghukum mati banyak orang selama bertahun-tahun yang dituduh memiliki hubungan dengan Mossad dan memfasilitasi operasinya di negara tersebut.
Republik Islam adalah algojo paling produktif kedua di dunia setelah Tiongkok, menurut kelompok hak asasi manusia termasuk Amnesty International.
Menurut LSM Hak Asasi Manusia Iran yang berbasis di Norwegia, sedikitnya 223 orang telah ditangkap di seluruh negeri atas tuduhan terkait kolaborasi dengan Israel, dengan peringatan bahwa angka sebenarnya kemungkinan lebih tinggi.