Tegas, Iran Tangkap 500 Orang Diduga jadi Spinonase Israel
Penangkapan disinyalir terkait pembocoran informasi alias spionase informasi militer kepada pihak musuh yakni Israel.
Sebanyak 500 orang ditangkap Pemerintah Iran. Mereka disinyalir jadi pembcor informasi kepada pihak musuh di tengah meningkatnya eskalasi serangan udara oleh Israel dan Amerika Serikat.
Kepala Kepolisian Iran, Ahmadreza Radan, mengungkapkan pada Minggu (15/3) bahwa sebagian besar penangkapan tersebut terkait dengan dugaan aktivitas spionase dan penyebaran informasi sensitif yang dapat membantu operasi militer lawan.
Radan menambahkan bahwa sekitar setengah dari kasus tersebut dianggap serius. Ia mengklaim bahwa beberapa tersangka diduga memberikan informasi yang membantu penentuan target serangan, sementara yang lain merekam lokasi serangan dan mengirimkan rekaman tersebut kepada pihak luar. Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai waktu penangkapan tersebut, sebagaimana dikutip dari Japan Today pada Senin (16/3).
Untuk diketahui, sebelumnya media lokal melaporkan rangkaian penangkapan di sejumlah wilayah Iran di hari yang sama. Kantor berita semi-resmi Tasnim News Agency menyebutkan bahwa 20 orang ditangkap di wilayah barat laut Iran karena dituduh mengirimkan informasi mengenai lokasi aset militer dan fasilitas keamanan kepada Israel.
Di wilayah timur laut Iran, yang biasanya jarang menjadi sasaran serangan udara, sebanyak 10 orang juga ditahan dengan tuduhan mengumpulkan informasi terkait lokasi sensitif serta infrastruktur ekonomi penting.
Operasi penangkapan ini dilakukan oleh organisasi intelijen dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) di tingkat provinsi, sebagai respons terhadap upaya Israel dan Amerika Serikat yang berusaha meningkatkan tekanan militer terhadap Iran.
"Ketika musuh Zionis dan Amerika Serikat berupaya menyerang Iran, mereka juga mengaktifkan jaringan tentara bayaran dan mata-mata untuk memicu kerusuhan di dalam negeri," demikian pernyataan badan intelijen IRGC yang dikutip oleh Tasnim.
3 Orang Ditangkap Pengaruhi Opini Publik
Sementara itu, laporan dari Student News Network menginformasikan bahwa tiga orang lainnya ditangkap di Provinsi Lorestan, yang terletak di barat Iran. Mereka dicurigai berusaha memengaruhi opini publik serta melakukan tindakan yang dianggap merusak simbol-simbol berkabung.
Sumber yang mengetahui strategi militer Israel menyatakan kepada Reuters bahwa pasukan Israel mulai menargetkan beberapa pos pemeriksaan keamanan di Iran, berdasarkan informasi yang diperoleh dari informan di lapangan. Tindakan ini dianggap sebagai fase baru dalam operasi militer Israel terhadap Iran.
Peristiwa ini terjadi setelah gelombang protes anti-pemerintah melanda Iran pada bulan Januari lalu, beberapa minggu sebelum Amerika Serikat dan Israel melaksanakan operasi militer terhadap negara tersebut. Pemerintah Iran menuduh Israel dan Amerika Serikat berada di balik kerusuhan tersebut dan menganggap aksi protes itu sebagai upaya untuk menggulingkan pemerintahan Republik Islam.