Dua Tentara Israel Ditangkap Karena Bocorkan Informasi Rahasia Iron Dome ke Iran
Operasi spionase Iran terhadap Israel meningkat menurut laporan media Israel.
Dua tentara Israel ditangkap polisi atas dakwaan terlibat dalam espionase Iran, menargetkan "instalasi militer sensitif" di Israel, termasuk sistem pertahanan rudal Iron Dome.
Menurut laporan media berbahasa Ibrani, Israel Hayom, salah satu tentara bertugas di baterai Iron Dome “dan mendokumentasikan materi rahasia atas permintaan pejabat Iran." Seorang tentara lainnya bertugas di pangkalan Kirya di Tel Aviv – tempat markas tentara dan Kementerian Pertahanan berada.
Kepada penyelidik, kedua tentara itu mengaku sedanng menghadapi masalah keuangan dan menerima tawaran Iran. Keduanya akan segera didakwa, seperti dikutip dari The Cradle, Selasa (28/1).
Operasi mata-mata tersebut berlangsung pada September dan Oktober 2024, ketika Israel tengah memerangi Hizbullah di Lebanon dan perang genosida di Gaza. Salah satu dari tentara tersebut terancam penjara seumur hidup karena memberikan informasi kepada Iran selama masa perang.
Mereka awalnya diminta untuk menyemprotkan grafiti pro-Iran di daerah tertentu. Salah satu tentara menarik diri dari operasi tersebut ketika menyadari dia dapat menghadapi dampak hukum atas tindakan spionase tersebut.
Tentara lainnya – yang ditempatkan di baterai Iron Dome – terus memberikan informasi kepada Iran dan merekam video yang merinci pengoperasian sistem pertahanan rudal. Pakar militer Israel yang meninjau video tersebut menyimpulkan bahwa isinya dapat menguntungkan musuh Israel.
Menurut laporan Israel Hayom dan media Israel lainnya, operasi spionase Iran terhadap Israel meningkat. Pada akhir Oktober 2024, badan keamanan Shin Bet menangkap tujuh warga Israel dengan tuduhan menjadi mata-mata untuk Iran dengan mengumpulkan informasi sensitif tentang pangkalan-pangkalan militer Israel.