VIDEO Viral Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus di Lebanon
Militer Israel mengakui foto yang beredar luas di media sosial itu asli.
Militer Israel (IDF) memastikan keaslian sebuah foto yang menunjukkan seorang tentara di Lebanon selatan menghancurkan patung Yesus dengan palu godam, dan menyatakan akan mengambil tindakan terhadap mereka yang terlibat.
Pernyataan tersebut dikeluarkan sesaat setelah tadi malam foto itu viral di media sosial. Usai foto menyebar di media sosial, juru bicara IDF Letkol Nadav Shoshani mengunggah di X bahwa pihak militer akan melakukan penyelidikan.
Laman the Times of Israel melaporkan, Senin (20/4), setelah peninjauan awal terhadap foto tersebut, militer menyatakan bahwa "telah dipastikan bahwa foto tersebut menggambarkan seorang tentara IDF yang beroperasi di Lebanon selatan."
Lebanon Selatan
"IDF memandang insiden ini dengan sangat serius dan menekankan bahwa perilaku tentara tersebut sama sekali tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diharapkan dari pasukannya," kata pihak militer.
Foto itu diambil di desa Kristen Debel di Lebanon selatan. IDF telah beroperasi melawan Hizbullah di area sekitar komunitas tersebut.
Insiden ini sedang diselidiki oleh Komando Utara dan ditangani "melalui jalur komando," kata IDF dalam pernyataannya.
"Tindakan yang tepat akan diambil terhadap mereka yang terlibat sesuai dengan temuan," kata militer Israel.
Komando Utara juga akan membantu komunitas Kristen dalam memulihkan patung tersebut ke tempatnya semula, tambah pihak militer.
Permintaan Maaf
Menteri Luar Negeri Gideon Sa'ar mengecam "tindakan yang memalukan" itu dan meminta maaf atas insiden tersebut.
"Saya yakin bahwa tindakan tegas yang diperlukan akan diambil terhadap siapa pun yang melakukan tindakan buruk ini," ujarnya di X.
"Tindakan memalukan ini sama sekali bertentangan dengan nilai-nilai kami. Israel adalah negara yang menghormati berbagai agama dan simbol-simbol suci mereka, serta menjunjung tinggi toleransi dan saling menghormati antar umat beragama. Kami meminta maaf atas insiden ini dan kepada setiap umat Kristen yang perasaannya terlukai," tambahnya.
Foto tersebut, yang beredar beberapa hari setelah gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah merupakan insiden terbaru di mana rekaman tentara Israel merusak atau menjarah properti telah dipublikasikan. Ini juga terjadi menyusul ketegangan terkini antara pemerintah Israel dan pemimpin Kristen di Yerusalem.
Picu Kecaman Internasional
Di tengah perang dengan Iran yang memasuki gencatan senjatanya sendiri awal bulan ini, ketegangan memuncak antara otoritas Israel dan pejabat Kristen di Yerusalem.
Pada Maret lalu, polisi mencegah Patriark Latin Yerusalem Pierbattista Pizzaballa dan Pastor Francesco Ielpo, kustodian Tanah Suci — yang merupakan tokoh Katolik tertinggi di kawasan itu — untuk berdoa di Gereja Makam Kudus pada hari raya Minggu Palma. Insiden itu memicu kegemparan internasional.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa mereka mengikuti pembatasan keamanan yang diberlakukan selama masa perang, di mana serangan rudal Iran menghantam Kota Tua Yerusalem. Namun setelah kehebohan tersebut, pengaturan pun dibuat agar kebaktian Paskah dapat diselenggarakan di situs suci umat Kristen itu.