Iran Tangkap 54 Mata-Mata Diduga Intelijen Israel
Kantor Kejaksaan mengungkapkan, puluhan orang tersebut melakukan propaganda melawan rezim di Iran.
Kantor Kejaksaan Provinsi Khuzestan di Iran mengumumkan penangkapan 54 orang yang dituduh melakukan kegiatan mata-mata dan aktivitas subversif yang diduga terkait dengan badan intelijen Mossad milik Israel.
Kantor Kejaksaan mengungkapkan, puluhan orang tersebut melakukan propaganda melawan rezim di Iran. Mereka juga menyebarkan kebohongan dan rumor untuk merusak keamanan dalam negeri.
"(Mereka) terlibat dalam mendukung, mengumpulkan informasi untuk musuh, melakukan propaganda melawan rezim, serta menyebarkan kebohongan dan rumor dengan tujuan merusak keamanan dalam negeri dan mengganggu keamanan psikologis masyarakat," dikutip Kantor Berita Fars Iran, Jumat (20/6).
Israel Kejam
Menteri Luar Negeri Sayed Abbas Araghchi, saat berbicara di hadapan Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa mengatakan, Iran negara dengan populasi hampir 100 juta jiwa, saat ini menghadapi tindakan agresi terang-terangan oleh rezim yang telah melakukan genosida di Palestina selama dua tahun terakhir.
Dia menyebut serangan Israel, yang dimulai minggu lalu, menargetkan kawasan permukiman, infrastruktur publik, rumah sakit, pusat kesehatan, dan tentu saja Kementerian Luar Negeri.
"Ratusan rekan saya tewas dan terluka," kata Araghchi kepada para delegasi, dilansir Antara.
"Fasilitas nuklir damai juga telah menjadi sasaran meskipun berada di bawah pengawasan penuh IAEA (Badan Tenaga Atom Internasional)," sambungnya.
Dia menggambarkan serangan itu sebagai "kejahatan perang serius" yang berisiko menimbulkan bencana lingkungan dan kesehatan.
Araghchi menekankan bahwa serangan Israel melanggar Pasal 2(4) Piagam PBB, yang melarang penggunaan kekuatan, dan menegaskan hak Iran untuk membela diri sesuai Pasal 51.
"Iran sedang membela diri terhadap serangan biadab...dengan segala kekuatan. Ini adalah hak kami," tegasnya.
Sambil menyerukan tindakan internasional yang mendesak, dia memperingatkan, "Jika ada penggunaan sistem dan mekanisme mahal yang telah kita ciptakan selama delapan dekade terakhir untuk menjaga hak asasi manusia dan martabat, sekaranglah saatnya untuk melakukannya."
Israel Serang Iran
Permusuhan pecah pada 13 Juni ketika Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah lokasi di Iran, termasuk fasilitas militer dan nuklir, yang kemudian mendorong Tehran untuk meluncurkan serangan balasan.
Pihak berwenang Israel menyatakan bahwa sedikitnya 25 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat serangan rudal Iran sejak saat itu.
Sementara itu, menurut laporan media Iran, sebanyak 639 orang tewas dan lebih dari 1.300 lainnya terluka akibat serangan Israel.