Iran Tangkap Agen Mossad Diduga Terkait Aksi Protes Ekonomi Nasional
Kelompok itu mengklaim telah meretas ponsel Rahimi dan memperoleh identitas para operator serta perwira senior Mossad di Iran.
Otoritas Iran menangkap seorang warga negara yang diduga memiliki kaitan dengan badan intelijen Israel, Mossad. Penangkapan dilakukan di tengah berlanjutnya gelombang aksi protes nasional yang dipicu oleh tekanan ekonomi dan anjloknya nilai tukar rial hingga menembus 145.000 per dolar AS
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa individu tersebut terlibat dalam kegiatan spionase dan aktivitas terorisme di dalam negeri.
IRGC Klaim Temukan Bukti Spionase
Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut tersangka beroperasi secara rahasia dan menyamar. Aparat keamanan juga mengklaim menemukan dokumen penting yang menguatkan dugaan keterlibatan dengan Mossad.
"Individu tersebut beroperasi menyamar, dan dokumen yang mengonfirmasi aktivitas spionase ditemukan saat penggeledahan barang dan tempat persembunyiannya," demikian pernyataan IRGC dikutip merdeka.com, Senin (12/1).
Sebelumnya, kelompok peretas asal Iran bernama Hanzala mengungkap dugaan keterkaitan antara seorang perwira senior Mossad, Mehrdad Rahimi, dengan jaringan pengorganisasian aksi protes di Iran. Kelompok itu mengklaim telah meretas ponsel Rahimi dan memperoleh identitas para operator serta perwira senior Mossad di Iran. Namun, IRGC tidak mengaitkan secara langsung klaim tersebut dengan penangkapan yang dilakukan.
Protes Nasional dan Tekanan Ekonomi Terus Berlanjut
Aksi protes nasional di Iran mulai terjadi sejak 28 Desember, dipicu oleh memburuknya kondisi ekonomi setelah nilai tukar rial anjlok hingga melampaui 145.000 per dolar AS. Kenaikan harga kebutuhan pokok memicu ketidakpuasan masyarakat di berbagai daerah.
Meski demikian, kantor berita Tasnim melaporkan bahwa intensitas demonstrasi telah menurun drastis.
"Jumlah aksi demonstrasi turun hampir 90 persen dibandingkan dengan hari-hari puncaknya," lapor Tasnim News.
Reaksi Keras Khamenei
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menegaskan bahwa negaranya tidak akan menoleransi individu yang memajukan kepentingan asing.
"Sebagian dari mereka adalah perusuh yang melayani kepentingan asing," ujar Khamenei, seraya memperingatkan bahwa Iran tidak akan membiarkan pihak mana pun memajukan kepentingan negara lain.
50 Orang Tewas
Hingga kini, otoritas Iran belum merilis data resmi terkait jumlah korban dan penangkapan. Namun, lembaga HAM berbasis di AS, Human Rights Activists News Agency (HRANA), melaporkan sedikitnya 50 orang tewas dan lebih dari 2.200 orang ditangkap dalam aksi yang terjadi di ratusan lokasi di seluruh Iran.
Reporter Magang: Mochamad Aidil Akbar