Pertama Kalinya Mossad Akui Agen Intelijennya Tewas di Luar Negeri dalam Misi Rahasia Melawan Iran
Direktur Mossad David Barnea menyebut agen M tewas dalam menjalankan misi melawan Iran di luar negeri.
Seorang agen Badan Intelijen Israel Mossad yang diidentifikasi sebagai M. tewas di luar negeri saat menjalankan operasi melawan Iran. Demikian dikataan Direktur Mossad David Barnea, pada Selasa dalam upacara Hari Peringatan bagi anggota organisasi yang gugur.
“Operasi yang dipimpin oleh M. menggabungkan kreativitas, kecerdikan, dan teknologi, serta sangat memengaruhi keberhasilan kampanye melawan Iran,” ujar Barnea dalam upacara tersebut, seperti dilansir the Jerussalem Post, Selasa (21/4).
“Selama Operasi Roaring Lion, hati saya dipenuhi kebanggaan atas karakter dan tindakan M. Operasi yang ia pimpin memadukan kreativitas, kecerdikan, dan teknologi canggih, yang secara signifikan memengaruhi keberhasilan operasi melawan Iran,” tambahnya.
Perahu Tenggelam
Barnea tidak merinci siapa M., kapan ia gugur, atau dalam insiden apa hal itu terjadi. Ia juga tidak menyebutkan lokasi kematiannya, hanya menyatakan bahwa peristiwa itu terjadi di luar perbatasan Israel.
Setelah pengumuman awal tersebut, media Israel melaporkan bahwa M. meninggal di Italia pada tahun 2023 saat bekerja sama dengan intelijen Italia untuk mencegah Teheran memperoleh senjata canggih.
Perahu yang tenggelam di Danau Maggiore, menewaskan agen Mossad dan dua agen Italia yang terlibat dalam operasi melawan Iran.
Ia tewas di Danau Maggiore, di utara Milan dekat perbatasan Swiss, ketika perahu yang ditumpanginya tenggelam. Insiden itu juga menewaskan dua anggota intelijen Italia serta istri kapten kapal.
Dihadiri Senior Mossad Pakai Topi dan Masker
Jenazahnya dimakamkan di Ashkelon pada tahun yang sama, dalam pemakaman yang dihadiri oleh pimpinan senior Mossad yang mengenakan topi dan masker.
Pada saat itu, Barnea menggambarkan M. sebagai “pria dengan sikap halus, mencintai kemanusiaan, berhati baik, tenang, dan pendiam.”
“Ia adalah sosok yang dekat dengan banyak orang. Orang dewasa dan anak muda, orang asing maupun warga Israel selalu berada di sekelilingnya, dan ia mampu berbicara dengan mereka semua dalam ‘bahasa’ mereka masing-masing, dalam arti yang luas, dengan cara yang tenang dan penuh hormat.”
M. telah bertugas di Mossad selama 30 tahun, menurut orang-orang yang mengenalnya.
Pidato Barnea pada Selasa tersebut merupakan penyebutan publik pertama mengenai kematian M.