Trump Ancam Netanyahu: Bibi Kamu Berhati-hati atau Anda akan Sendirian
Trump mengeluarkan peringatan tersebut untuk meredakan ketegangan yang terjadi dengan Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat bertemu di Ruang Oval, Gedung Putih, Selasa (4/2/2025). (Dok. AP Photo/Evan Vucci)
(@ 2025 merdeka.com)Presiden Amerika Serikat Donald Trump gerah. Ia memperingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jika masih terus menggempur Iran.
Netanyahu akan hadapi risiko tanpa dukungan dari Washington. Peringatan itu disapaikan Trump pada Senin (8/6) di tengah upaya untuk meredakan ketegangan, setelah kedua negara sepakat untuk menghentikan serangan menyusul eskalasi militer yang signifikan sejak gencatan senjata diberlakukan pada bulan April.
Laporan dari beberapa media menyebutkan bahwa Trump yang merasa frustrasi terhadap Netanyahu, mendesak kedua belah pihak untuk segera menghentikan tindakan militer.
Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social, Trump mengimbau Israel dan Iran untuk berhenti "saling menembak" dan menegaskan bahwa proses menuju perdamaian harus tetap dilanjutkan.
Dia menyatakan bahwa "negosiasi akhir" untuk menyelesaikan konflik akan terus berlangsung, asalkan tidak terhalang oleh "ketidaktahuan atau kebodohan," seperti yang dikutip dari laman Al Jazeera pada Selasa (9/6).
Selain menyampaikan pernyataan publik, Trump juga dilaporkan menghubungi Netanyahu secara langsung dan meminta agar pemimpin Israel itu menghentikan serangan militer.
Dalam wawancara dengan Axios, Trump mengungkapkan bahwa ia telah memperingatkan Netanyahu tentang konsekuensi yang akan dihadapi jika Israel memilih untuk melanjutkan perang dengan Iran.
"Saya berkata, 'Bibi, sebaiknya Anda berhati-hati, atau Anda akan segera sendirian'," ujarnya, merujuk pada nama panggilan Netanyahu.
Serangan Israel di Beirut
Ketegangan yang terbaru muncul pada hari Minggu setelah Israel melancarkan serangan udara yang mematikan di Beirut, ibu kota Lebanon. Iran, yang selama ini mengaitkan kemajuan dalam perundingan damai dengan Amerika Serikat dengan berakhirnya konflik di Lebanon, merespons dengan meluncurkan sejumlah rudal ke wilayah utara Israel.
Menurut laporan, Trump telah menghubungi Netanyahu pada malam Minggu dan meminta agar tidak ada serangan balasan yang dilakukan. Namun, Israel tetap melanjutkan operasi militer terhadap Iran pada pagi hari Senin. Militer Israel dilaporkan menyerang sistem pertahanan udara Iran serta sebuah fasilitas petrokimia. Sebagai respons, Iran menargetkan fasilitas serupa di Haifa dan menyerang dua pangkalan udara Israel.
Beberapa rudal yang diluncurkan berhasil dicegat di atas wilayah Tepi Barat yang diduduki. Sementara itu, situasi keamanan di kawasan tetap menjadi perhatian bagi komunitas internasional yang berusaha mencegah agar konflik tidak meluas. Ketegangan ini menunjukkan kompleksitas hubungan di kawasan yang telah lama mengalami ketidakstabilan.