China Bantu Iran Lawan Mossad Israel
Dari perspektif China, aktivitas Mossad di Iran ini dinilai bisa mengganggu kepentingan strategis Belt and Road.
China memantau secara ketat sejauh mana penetrasi intelijen Israel (Mossad) ke Iran, terutama setelah peristiwa tahun 2025 dan serangan Israel jauh ke dalam wilayah Iran yang mengungkap celah keamanan yang luas.
Salah satu ciri utama posisi dan langkah China dalam hal ini tercermin dalam penilaiannya tentang “Kotak Pandora risiko keamanan global.”
Para pengamat dan analis militer China memperingatkan bahwa keberhasilan Mossad menembus badan intelijen Iran dan fasilitas sensitif telah membuka Kotak Pandora risiko keamanan global.
Menurut pengamat dari Universitas Beni Suef, Mesir, Nadia Helmy, Beijing menilai kemampuan Israel menanam agen dan melumpuhkan sistem pertahanan udara serta radar Iran dari dalam sebagai pola baru perang intelijen yang menuntut kewaspadaan serta penguatan langkah-langkah keamanan nasional China.
Menutup Celah Teknis
Untuk melawan penetrasi intelijen Israel di wilayah Iran, kerja sama teknis China dengan Iran meningkat guna mengungkap infiltrasi Israel di dalam negeri Iran.
"Laporan pada Juli 2025 menunjukkan adanya kerja sama Iran dengan China dan Rusia untuk menyelidiki bagaimana Israel berhasil menembus basis data resmi Iran dan perangkat lunak pemerintah, termasuk data registrasi sipil dan paspor," kata Nadia Helmy, seperti dilansir the Cradle, Selasa (17/20).
Kerja sama ini, kata dia, bertujuan menutup celah teknis yang dimanfaatkan Mossad untuk menjangkau target militer dan nuklir sensitif Iran.
Selain itu, China mendukung peningkatan kemampuan pertahanan dan intelijen Iran. Beijing berupaya memperkuat kemampuan Iran dalam menghadapi infiltrasi ini melalui penyediaan satelit pengawasan. Iran juga mencari teknologi canggih dari perusahaan China terkemuka seperti Chang Guang Satellite Technology guna mengembangkan kemampuan pemantauan jarak jauh dan pengumpulan intelijen, sehingga dapat melacak pergerakan Israel dengan lebih akurat.
Iran juga mengumumkan rencana transisi penuh ke sistem navigasi China BeiDou sebagai alternatif sistem GPS Amerika dan Barat.
"Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada teknologi Barat yang dinilai rentan terhadap peretasan atau gangguan," ujar Helmy.
Selain upaya militer China untuk memperkuat daya tangkal Iran, laporan yang bocor mengungkap adanya kesepakatan China untuk membantu Iran membangun kembali persenjataan rudal balistiknya serta memasok komponen bahan bakar padat dan sistem panduan setelah serangan Israel pada 2025.
Sikap Politik dan Diplomatik China
Terkait campur tangan Amerika dan Israel di Iran, China menegaskan penolakannya terhadap intervensi asing dalam urusan dalam negeri Iran. Beijing memandang stabilitas Teheran sebagai kepentingan strategis, terutama mengingat perjanjian kerja sama strategis komprehensif 25 tahun antara kedua negara.
China juga menyatakan kekhawatiran atas meningkatnya konfrontasi intelijen dan militer antara Israel dan Iran, serta secara konsisten menyerukan penahanan diri guna mencegah gangguan terhadap jalur energi dan perdagangan di kawasan.
Laporan intelijen, militer, pertahanan, dan keamanan China, bersama operasi lapangan selama 2025–2026, menunjukkan sejumlah strategi Beijing untuk melawan infiltrasi Israel dan mendukung stabilitas rezim Iran.
"Strategi tersebut mencakup penguatan keamanan siber dan pemutusan “senjata perangkat lunak,” dengan mengganti teknologi Barat di Iran dengan alternatif buatan China," kata Helmy.
Pada Januari 2026, China mulai menerapkan strategi untuk menggagalkan Mossad dan Central Intelligence Agency (CIA) dengan mendorong Iran menghentikan penggunaan perangkat lunak perusahaan Amerika dan Israel, lalu menggantinya dengan sistem tertutup China yang lebih aman dan sulit ditembus.
China juga mendukung kedaulatan digital Iran. “Rencana Lima Tahun China ke-15” (2026–2030) berfokus pada penguatan keamanan siber dan kecerdasan buatan di Iran sebagai alat penting melindungi ruang siber Iran dari sabotase Israel dan Amerika.
Sistem Pertahanan Udara
Selain itu, China terlibat dalam pembangunan kembali daya tangkal rudal Iran setelah perang 2025, termasuk membantu memulihkan kerugian yang dialami Iran selama perang 12 hari pada Juni 2025, ketika Israel menargetkan situs rudal Iran. Beijing membantu membangun kembali persenjataan Iran dan memasok komponen sensitif untuk rudal balistiknya, termasuk bahan kimia bahan bakar roket padat seperti natrium perklorat serta sistem panduan presisi dan mikroprosesor, sehingga menyulitkan intelijen Israel untuk melumpuhkan rudal Iran secara teknis.
Kementerian Pertahanan China juga berupaya memperkuat sistem pertahanan udara dan radar Iran. Iran disebut berupaya memperoleh radar canggih China seperti YLC-8B dan JY-27A, yang diklaim mampu mendeteksi pesawat siluman Israel seperti F-35 Lightning II.
Kerentanan inilah yang sebelumnya dimanfaatkan Mossad untuk melakukan operasi jauh di dalam wilayah Iran. Karena itu, China berupaya menjembatani kesenjangan kemampuan militer antara Iran dan Israel, yang mendapat dukungan militer dari Amerika Serikat, dengan tujuan menciptakan “keseimbangan kekuatan” baru agar Israel tidak mencapai supremasi udara mutlak di atas wilayah Iran.
Kepentingan Strategis dan Belt and Road
Dari analisis tersebut, dapat dipahami bahwa langkah militer China untuk mendukung Iran merupakan bagian dari visinya mencegah runtuhnya rezim di Teheran.
Menurut Helmy, Beijing memandang keberhasilan Mossad menembus wilayah dalam Iran sebagai ancaman langsung terhadap kepentingan ekonominya dan terhadap Belt and Road Initiative (BRI), yang bergantung pada kelancaran perdagangan dan rantai pasok melalui selat-selat vital di Laut Merah, Teluk Aden, Bab al-Mandeb, dan Selat Hormuz.
Dengan demikian, China menganggap penetrasi intelijen Israel ke Iran sebagai “pelajaran keamanan” sekaligus tantangan bagi mitra strategisnya di Teheran. Oleh karena itu, Beijing meningkatkan transfer teknologi pertahanan dan penggunaan perangkat pengawasan canggih guna memperkuat ketahanan rezim Iran terhadap operasi rahasia yang dipimpin Mossad.