Hacker Beraksi, Data Rahasia Israel soal Bahan Bakar, Militer, Navigasi Udara Dibongkar
Berikut data rahasia Israel soal bahan bakar, militer dam navigasi udara yang dibongkar oleh hacker.
Di tengah-tengah serangan Israel-Iran yang kian memanas, rupanya ada serangan jenis lain yang tidak disadari oleh banyak orang. Hacker berhasil meretas sejumlah lembaga besar yang berafiliasi dengan Kementerian Pertahanan Israel.
Bahkan, berkas-berkas yang sangat sensitif pun berhasil dibongkar oleh sang Hacker. Aksi peretasan ini sebenarnya bukan kali pertama dilakukan.
Lantas apa saja data rahasia Israel soal bahan bakar, militer dam navigasi udara yang dibongkar oleh Hacker? Melansir dari akun X @aishaalsayed9, Minggu (15/6), simak ulasan informasinya berikut ini.
Hacker Kembali Beraksi
Setelah berbulan-bulan absen, Hacker dari kelompok Hanthala kembali melakukan aksinya. Melalui iklan berdurasi dua menit dengan logo yang baru, mereka mengumumkan telah melakukan 3 operasi peretasan yang sangat penting.
Ini bukanlah peretasan pertama kali yang dilakukan oleh kelompok Hanthala. Sebelumnya, mereka telah melakukan serangan siber terhadap Israel dan membocorkan foto-foto tokoh terkenal. Seperti Benny Gantz, Ehud Barak, dan lainnya.
Serangan terakhir yang mereka lakukan adalah pada bulan Februari terhadap polisi Israel. "Saya telah menerbitkan tentang masalah ini, dan semua berkas telah diunggah".
Operasi Pertama & Kedua
Operasi pertama kelompok Hanthala adalah meretas perusahaan Delcol dan Delek. Mereka adalah perusahaan sistem bahan bakar. Para Hacker ini mengunggah video yang memperlihatkan data yang bocor.
"Sistem bahan bakar Anda terekspos. Lebih dari 2 terabyte data tidak lagi berada di tangan Anda. SPBU Anda terancam. Jika Anda cerdas, ambil tindakan sekarang. Isi bahan bakar Anda segera, sebelum Anda dibiarkan dengan jalanan kosong dan jet-jet yang sunyi. Waktu tidak berpihak pada Anda'," isi pesan dari Hacker.
Operasi kedua dilakukan oleh kelompok Hanthala. Kali ini mereka meretas YG New Idan Ltd, sayap rahasia Kementerian Pertahanan Israel.
"Ini adalah entitas yang merancang dan membangun pangkalan militer Anda, dan sekarang, semua yang Anda sembunyikan menjadi milik kami. 339 GB data rahasia dalam kepemilikan kami. Apa yang Anda pikir tidak dapat disentuh akan segera terungkap," komentar para Hacker usai meretas.
Analisa Gambar yang Dibocorkan
Dijelaskan bahwa gambar pertama adalah bejana tekan. Objek ini kemungkinan merupakan bagian dari perangkat bawah air seperti ranjau laut atau torpedo latihan. Terkadang tangki secaman ini juga digunakan untuk menyimpan bahan kimia atau bahan bakar di bawah tanah dan dipindahkan untuk perawatan maupun penggatian.
Gambar selanjutnya adalah antarmuka Server Manager yang muncul di sistem operasi Windows Server. Ini merupakan alat utama untuk mengelola lingkungan server Windows.
Server manager memiliki sejumlah besar layanan jaringan dan administratif yang diaktifkan, yang menunjukkan bahwa itu adalah bagian dari infrastruktur tingkat lanjut. Kemudian, sisa gambar adalah peta gedung-gedung penting.
Operasi Ketiga yang Paling Berbahaya
Para Hacker kembali melakukan operasi peretasan yang ketiga. Operasi kali ini dianggap paling berbahaya dan sangat penting. Bagaimana tidak, mereka meretas Aerodreams. Ini adalah kedok tersembunyi untuk program drone sensitif, pelatihan pilot elit, dan layanan logistik rahasia.
"400 GB data internal ada di tangan kita, dan segera, di tangan semua orang," komentar kelompok Hanthala usai meretas Aerodreams.
Pada sampel yang diterbitkan, jelas bahwa itu dianggap sebagai paparan infrastruktur udara dan militer Israel. Gambar tersebut merupakan peta penerbangan CVFR (Controlled Visual Flight Rules) untuk wilayah udara di Israel utara. Gambar ini pun menunjukkan banyak informasi penting bagi pilot.
CVFR sendiri mengacu pada jenis penerbangan visual terkontrol tertentu. Pada gambar menunjukkan jalur udara dan rute yang ditujukan untuk penerbangan sipil dan militer.
Menariknya, terdapat instruksi dalam Bahasa Ibrani pada peta yang diretas. Di mana tertuliskan Pembatasan Udara, Cara Memasuki Wilayah Udara hingga Persyaratan Koneksi Nirkabel.
Bocorkan Navigasi Udara
Hacker ini juga membocorkan peta rute udara dan wilayah udara terperinci dari suatu wilayah. Termasuk Israel dan wilayah Palestina. Ini adalah peta navigasi yang digunakan untuk penerbangan, yang dikeluarkan oleh Angkatan Udara Israel.
Peta ini juga menunjukkan koridor udara (garis hijau dan biru) dan titik koordinasi navigasi.
Sementara itu, wilayah yang diarsir oleh lingkaran dan balon berwarna (misalnya ungu, biru, merah) mewakili beberapa petunjuk. Meliputi Wilayah Larangan Terbang, Wilayah Pelatihan Angkatan Udara dan Wilayah Gabungan Sipil/Militer.
Hacker Unggah Foto Diplomat
Belum berhenti di sana, Hacker kelompok Hanthala ini juga dokumen rahasia milik Israel. Tidak tanggung-tanggung, kelompok Hanthala mengunggah dua foto diplomat Israel.
Bahkan, foto tersebut diambil dari salah satu dokumen pribadi sang diplomat yaitu paspor. Pada unggahan tersebut dijelaskan bahwa dua diplomat Israel ini bekerja sebagai perantara perusahaan yang bekerja untuk Kementerian Luar Negeri Israel.
Selain itu, mereka juga bekerja untuk misi diplomatik di luar negeri. Menariknya, Hacker tidak mensensor nama hingga data pribadi dua diplomat ini.