Naeema, seorang ibu Palestina (30 tahun) menggendong putranya yang berusia 2 tahun, Yazan, yang kekurangan gizi, saat mereka berdiri di rumah mereka yang hancur di kamp pengungsi Al-Shati, sebelah barat Kota Gaza, Rabu (23/07/2025). (AFP/ Omar Al-Qattaa)
ADVERTISEMENT
Di lorong sempit Rumah Sakit Nasser, Khan Yunis, seorang ibu muda bernama Yasmine (22) memeluk erat putrinya, Teen, yang baru berusia dua bulan. Tubuh mungil bayi itu tampak ringkih, tulangnya menonjol karena kekurangan gizi parah. Ia tidak menangis, hanya menatap kosong, seperti menyerah pada dunia yang terlalu kejam baginya.
Kisah Yasmine dan Teen bukanlah pengecualian, melainkan potret nyata dari krisis kemanusiaan yang terus memburuk di Jalur Gaza. Pada Rabu (24/7/2025), lebih dari 100 organisasi bantuan dan kelompok hak asasi manusia mengeluarkan peringatan bersama: "kelaparan massal sedang melanda Gaza:
Di tanah yang setiap sudutnya dihantui derita, anak-anak tak hanya kehilangan masa kecil karena perang atau wabah penyakit. Di sana, mereka meninggal karena sesuatu yang paling kuno dan paling brutal: kelaparan.
Sila, bayi berusia 11 bulan yang kekurangan gizi terbaring di tempat tidur di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Jalur Gaza selatan, Kamis (24/07/2025). AFPYasmine, seorang ibu Palestina (22 tahun) menggendong putrinya yang berusia 2 bulan, Teen, yang kekurangan gizi, saat menunggu perawatan di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Jalur Gaza selatan, Kamis (24/07/2025). AFPMaryam, seorang ibu Palestina(26 tahun) menggendong putranya yang berusia 40 hari, Mahmoud, yang kekurangan gizi, saat menunggu perawatan di Ru Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Jalur Gaza selatan, Kamis (24/07/2025). AFPRama bayi perempuan Palestina berusia 4 bulan yang kekurangan gizi terbaring di tempat tidur di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Jalur Gaza selatan, Kamis (24/07/2025). AFPYasmine, seorang ibu Palestina (22 tahun) menggendong putrinya yang berusia 2 bulan, Teen, yang kekurangan gizi, saat menunggu perawatan di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Jalur Gaza selatan, Kamis (24/07/2025). AFPPara ibu Palestina duduk bersama anak-anak mereka yang kekurangan gizi sambil menunggu perawatan di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Jalur Gaza selatan, Kamis (24/07/2025). AFPNaeema, seorang ibu Palestina (30 tahun) menggendong putranya yang berusia 2 tahun, Yazan, yang kekurangan gizi, saat mereka berdiri di rumah mereka yang hancur di kamp pengungsi Al-Shati, sebelah barat Kota Gaza, Rabu (23/07/2025). AFP/ Omar Al-Qattaa
Sedikitnya 58 warga Palestina telah meninggal karena kekurangan gizi, sementara 242 lainnya kehilangan nyawa akibat kekurangan makanan dan obat-obatan.