Bencana kemanusiaan akibat genosida Israel terus terjadi di Gaza, Palestina. Selain menderita akibat bombardir militer Israel, warga Gaza juga mengalami kelaparan gara-gara blokade Israel.
Dilansir Aljazeera, Sabtu (26/7/2025), Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan rumah sakit telah mencatat sembilan kematian baru akibat kelaparan dan kekurangan gizi selama 24 jam terakhir. Dengan demikian jumlah total kematian akibat kelaparan di wilayah tersebut meningkat menjadi 122, termasuk 83 anak-anak.
Sementara itu, perkiraan jumlah total warga Palestina di Gaza yang meninggal akibat genosida Israel sejak Oktober 2023 hingga 25 Juli 2025 sedikitnya 59.676 orang, dengan lebih dari 143.965 orang luka-luka. Kebanyakan yang menjadi korban adalah Wanita dan anak-anak.
Kondisi di Gaza pun kian memprihatinkan. Apalagi warga di sana tak lagi mendapat suplai makanan, obat-obatan dan kebutuhan pokok lainnya akibat blokade Israel. Sungguh sebuah peristiwa yang begitu mengerikan di abad 21 ini.
Negara-negara di dunia pun tak berdaya menolong Gaza. Mereka justru banyak disibukan dengan tarif dagang Trump yang begitu progresif.
Di tengah negara-negara lain sibuk bernegosiasi dengan Amerika soal tarif dagang, hal berbeda dilakukan Tunisia. Presiden Tunisia Kais Saied yang menerima Masad Boulos, penasihat senior Presiden AS Donald Trump untuk urusan Arab, Timur Tengah dan Afrika, justru memanfaatkan momen itu buat memperlihatkan gambar anak-anak Palestina di Gaza yang kelaparan.
Salah satu foto itu menunjukkan seorang anak yang tengah menangis sambil memegang sebuah panci dengan sendok di tangan kanannya. Foto itu ditunjukkan pada hari Selasa di Istana Kartago.
Kais Saied dengan tegas menyatakan kepada penasihat senior Trump itu bahwa apa yang terjadi di Gaza adalah kejahatan kemanusiaan dan sebuah hal yang mengerikan di abad modern ini.
"Saya yakin Anda tahu foto-foto ini dengan baik - seorang anak menangis dan makan pasir di Palestina yang diduduki. Hanya satu di antara banyak. Dia makan pasir di abad ke-21, tanpa ada lagi yang bisa dimakan dan pasir di tangannya. Yang lain menunjukkan seorang anak hampir mati karena dia tidak punya apa-apa untuk dimakan," kata Saied dalam mengomentari foto tersebut seperti dikutip dari akun TikTok Middle East Monitor, Sabtu (26/7).
Selain itu, Saied menekankan bahwa kejahatan manusia ini sama sekali tidak dapat diterima.
Advertisement
"Apakah seperti ini legitimasi internasional? Legitimasi internasional runtuh hari demi hari. Tidak ada artinya ketika kita melihat tragedi yang dialami rakyat Palestina setiap hari dan setiap jam," ujar Saeid kepada penasihat senior Trump.
Sambil menunjukkan foto-foto tersebut, Saied pun meminta kepada seluruh dunia untuk segera mengakhiri kejahatan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina.
"Dia menyimpulkan dengan mengatakan bahwa "sudah waktunya bagi seluruh umat manusia untuk bangun dan mengakhiri kejahatan yang dilakukan terhadap rakyat Palestina ini," pungkasnya.
Sementara itu, Masad Boulos hanya memandang foto-foto yang ditunjukkan Saied tanpa berkata apa-apa.