Donald Trump Sangsi Gencatan Senjata di Gaza Bertahan Lama
Trump mengklaim ia memiliki peran dalam tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan keraguannya mengenai keberlangsungan gencatan senjata di Jalur Gaza pad Senin (20/1). Gencatan senjata antara Hamas dan Israel mulai berlaku pada Minggu (19/1).
"Saya tidak yakin. Ini bukan perang kami, ini perang mereka," ungkap Trump dari Ruang Oval saat menjawab pertanyaan seorang wartawan mengenai kemungkinan gencatan senjata tersebut dapat bertahan dan melewati tiga fase yang direncanakan.
Ia juga menyoroti kondisi Gaza yang sangat memprihatinkan.
"Saya melihat gambar Gaza -- tempat itu seperti kawasan yang hancur total. Gaza benar-benar harus dibangun kembali dengan cara yang berbeda," ujarnya seperti dilansir CNN, Rabu (22/1).
Rasa pesimistis yang ditunjukkan oleh Trump bukanlah hal yang mengejutkan. Politisi kanan ekstrem Israel memberikan tekanan yang signifikan untuk melanjutkan perang genosida mereka di Jalur Gaza, berpandangan bahwa gencatan senjata ini justru merupakan kemenangan bagi Hamas.
Itamar Ben-Gvir dari Partai Otzma Yehudit baru-baru ini mengundurkan diri dari posisinya sebagai menteri keamanan nasional, yang semakin memperlemah pemerintah koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Selain itu, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich juga mengancam untuk mundur jika Netanyahu tidak menghentikan gencatan senjata setelah fase pertama yang berlangsung selama 42 hari selesai.
"Saya menuntut dan telah menerima komitmen dari Perdana Menteri Netanyahu bahwa Israel akan kembali ke medan perang untuk menghancurkan Hamas dan mengatasi ancaman ini sekali dan untuk selamanya," tegas Smotrich dalam pernyataan resminya pada Senin.
Belakangan ini, media di Israel ramai membahas spekulasi bahwa komitmen untuk melanjutkan perang dapat mengganggu negosiasi gencatan senjata fase dua, yang direncanakan dimulai pada 4 Februari. Jika fase dua terlaksana, penarikan total pasukan Israel dari Jalur Gaza akan menjadi bagian dari kesepakatan tersebut.