Presiden Palestina Mahmud Abbas Siap Berdamai dengan Israel Tanpa Sedikitpun Singgung Genosida Gaza
Israel membunuh lebih dari 56.100 warga Palestina di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023.
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas menyampaikan pada Rabu (25/6), dia diap bekerja sama dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mencapai perjanjian damai komprehensif dengan Israel, seperti dilaporkan Anadolu.
Dalam sebuah surat yang ditujukan untuk Trump, Abbas menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya atas keberhasilan disepakatinya gencatan senjatara antara Israel dan Iran.
"Rasa terima kasih dan penghargaan yang mendalam atas keberhasilan Trump dalam mencapai gencatan senjata antara Israel dan Iran," ujarnya, seperti dilaporkan kantor berita Wafa.
Abbas menyebut gencatan senjata antara Iran dan Israel sebagai "langkah yang diperlukan dan penting untuk meredakan krisis yang melanda dunia, yang akan berdampak positif pada keamanan dan stabilitas kawasan."
Setelah 12 hari pertempuran udara antara kedua musuh bebuyutan di kawasan itu, Trump pada Senin mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Iran untuk mengakhiri konflik mereka.
“Gencatan senjata di Gaza akan menjadi langkah tambahan bagi upaya penting Trump untuk mencapai perdamaian yang adil dan menyeluruh antara Palestina, Israel, dan seluruh dunia,” kata Abbas, dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (26/6).
Abbas juga mengisyaratkan kesiapan untuk bekerja sama dengan Trump, Arab Saudi, dan seluruh komunitas internasional “untuk memenuhi janji perdamaian, yang mengarah pada tercapainya keamanan dan stabilitas bagi semua.”
“Bersama Anda, kita dapat mencapai apa yang tampaknya mustahil: Palestina yang diakui, bebas, berdaulat, dan aman; Israel yang diakui dan aman; dan wilayah yang menikmati perdamaian, kemakmuran, dan integrasi,” papar Abbas dalam suratnya.
Israel menolak seruan internasional untuk gencatan senjata dan melanjutkan perang genosidanya di Gaza, membunuh lebih dari 56.100 warga Palestina di wilayah kantong tersebut sejak Oktober 2023.