Detik-Detik Operasi Senyap AS Tangkap Nicolas Maduro: Pengintaian Berbulan-bulan, Drone dan Alat Tempur
Amerika Serikat (AS) telah mengungkap detail mengenai Operation Absolute Resolve, sebuah operasi militer besar menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Amerika Serikat (AS) telah mengungkapkan rincian mengenai jalannya Operation Absolute Resolve, sebuah operasi militer besar yang berakhir dengan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Menurut Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, operasi ini tidak dilakukan secara tiba-tiba, melainkan merupakan hasil dari perencanaan yang matang dan melibatkan koordinasi lintas matra.
Selama berbulan-bulan, berbagai unit dari angkatan udara, darat, laut, antariksa, dan intelijen AS bekerja sama untuk mempersiapkan misi ini.
Seperti yang dilaporkan oleh BBC pada Minggu (4/1), keputusan untuk melaksanakan operasi ini diambil langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Lampu hijau untuk memulai operasi diberikan pada pukul 22.46 waktu Pantai Timur AS (ET) pada tanggal 2 Januari atau 03.46 GMT. Setelah perintah tersebut dikeluarkan, Operasi Absolute Resolve segera dilaksanakan dengan pengerahan kekuatan yang signifikan. Sebanyak 150 pesawat diterbangkan menuju wilayah Venezuela dari 20 pangkalan yang terletak di kawasan Belahan Barat.
Pada dini hari tanggal 3 Januari, tahap krusial dari operasi berlangsung. Tepat pada pukul 01.01 ET atau 02.01 waktu setempat di Venezuela, pasukan ekstraksi yang terdiri dari helikopter dan tim darat mulai mendekati kompleks tempat tinggal Nicolas Maduro. Tujuan utama dari operasi ini adalah untuk menangkap Maduro beserta istrinya, yang menjadi sasaran utama dalam misi tersebut.
Penggunaan Pesawat Tempur
Untuk menjamin keberhasilan misi, pasukan darat serta helikopter mendapatkan perlindungan udara yang ketat. Berbagai pesawat tempur dan pendukung dikerahkan, termasuk F-22, F-35, F/A-18, EA-18, E-2, pembom B-1, serta pesawat nirawak atau drone. Dalam pelaksanaannya, operasi ini tidak sepenuhnya berjalan mulus. Beberapa helikopter yang terlibat dalam misi dilaporkan sempat diserang, dan satu unit terkena tembakan. Namun, helikopter tersebut masih dapat terbang dan melanjutkan operasi hingga selesai.
Setelah berhasil mengamankan, Nicolas Maduro beserta istrinya dibawa keluar dari wilayah operasi. Keduanya dilaporkan menaiki kapal perang Amerika Serikat, USS Iwo Jima, pada waktu tertentu setelah pukul 03.39 ET atau 08.39 GMT. Pengungkapan detail dari Operasi Absolute Resolve ini menunjukkan skala dan kompleksitas misi militer Amerika Serikat, sekaligus menandai peningkatan besar dalam konflik politik dan keamanan antara Washington dan Caracas.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2340028/original/020996200_1535114136-Infografis_Krisis_Venezuela_di_Negeri_Minyak.jpg)