Arkeolog Temukan Tengkorak Gadis Yunani Berusia 2.400 Tahun, Dikubur dengan Bando Bunga-Bunga Melingkari Kepalanya
Banyak spekulasi bermunculan terkait mengapa kepala gadis tersebut dihiasi bando sebelum dikubur.
Banyak spekulasi bermunculan terkait mengapa kepala gadis tersebut dihiasi bando sebelum dikubur.
Arkeolog Temukan Tengkorak Gadis Yunani Berusia 2.400 Tahun, Dikubur dengan Bando Bunga-Bunga Melingkari Kepalanya
Arkeolog menemukan tengkorak seorang gadis Yunani kuno yang berasal dari sekitar tahun 400 sampai 300 SM. Uniknya, tengkorak gadis ini berhiaskan bando bunga-bunga atau hiasan melingkar di kepalanya yang terbuat dari keramik.
Saat ini, tengkorak tersebut disimpan di Museum Arkeologi Baru Patras, Yunani.
Dikutip dari Greek Reporter, Rabu (3/7), tengkorak ini ditemukan bersama serangkaian kerangkan perempuan dan gadis lainnya di Pemakaman Utara, Patras, yang merupakan pemakaman zaman Helenistik.
Mengapa gadis tersebut dikubur menggunakan bando masih belum dapat dijelaskan. Namun ada yang mengaitkannya dengan transisi masa remaja menuju dewasa.
"Berfokus pada kerangka gadis ini, yang jelas-jelas tidak hidup hingga dewasa, memungkinkan kita untuk berspekulasi tentang evolusi biologis, makna pemuda Yunani di zamannya, dan jalur yang diambil gadis-gadis dari masa kanak-kanak hingga menjadi wanita dewasa," tulis Greek Reporter dalam laporannya.
Ada juga yang beranggapan gadis tersebut adalah pengantin anak-anak yang menikah di usia dini. Karena pernikahan dini di era itu cukup lazim.
Anggapan lainnya, bando diletakkan di kepala anak tersebut ketika meninggal menandakan dia meninggal sebelum nikah. Selain itu, diduga hiasan kepala tersebut menjadi pertanda bahwa gadis tersebut berasal dari keluarga kerajaan.
Bunga yang dijadikan hiasa pada bando anak tersebut merupakan penggambaran bunga myrtle atau murad.
"Karangan bunga dalam dunia Yunani kuno bisa mengandung banyak arti mulai dari kemenangan sampai kematian. Myrtle adalah tanaman sakral Yunani terkait dewi Aphrodite," tulis Greek Reporter.