Advertisement
Pada 2016 lalu, ditemukan kerangka manusia yang dirantai di sebuah pemakaman kuno di Faliro, Yunani. Kini arkeolog tengah meneliti kerangka ini untuk memahami kebangkitan negara-kota Athena.
Pemakaman Faliro meurpakan salah satu situs pemakaman terbesar yang pernah ditemukan di Yunani. Makam ini berisi lebih dari 1.500 kerangka Yunani kuno berasal dari abad ke-8 dan ke-5 SM.
Advertisement
Kerangka manusia dengan tangan diborgol di belakang punggung dalam pemakaman massal ini dianggap penting untuk memahami kebijakan Athena pada masa itu dan bagaimana kota kuno itu dibangun.
Penggalian di pemakaman massal Faliro ini dilakukan satu abad yang lalu. Namun, penggalian skala besar dilakukan antara 2012 sampai 2016 oleh Departemen Kepurbakalaan Kementerian Kebudayaan Helenik, dipimpin arkeolog Stella Chrysoulaki.
Beberapa kerangka Yunani kuno dipindahkan dalam blok untuk penggalian mikro di masa mendatang. Digitalisasi catatan lapangan arkeologi, foto, dan peta juga telah dilakukan. Namun, pelestarian dan analisis harus dilakukan oleh spesialis bioarkeologi dan antropologi forensik.
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Sekitar lima persen kerangka yang ditemukan dalam formasi kremasi lengkap dengan tumpukan kayu bakar, dan ada beberapa kuburan berlapis batu. Satu orang ditemukan terkubur di perahu kayu yang digunakan sebagai peti mati.
Advertisement
Kerangka yang diborgol ini membingungkan para peneliti karena sangat sedikit kasus kematian yang dibelenggu di zaman kuno. Ini bisa menunjukkan hukuman, perbudakan, atau hukuman mati.
Advertisement
Pengujian dan analisis 1500 kerangka oleh ahli bioarkeolog dan geoarkeolog sangat memakan waktu dan berbiaya besar. Karena itu dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Tim peneliti meyakini bahwa analisis kerangka ini bisa menjadi jendela untuk melihat sejarah masa lalu Yunani kuno khususnya pada masa genting, sebelum kebangkitan Athena.