Arkeolog Buka Sarkofagus Romawi yang Berusia 1.700 Tahun, Isinya Mencengangkan
Saat tutupnya diangkat, tim menemukan kerangka perempuan muda yang disertai artefak berharga, mulai dari bejana kaca, patung perunggu.
Para arkeolog di Hongaria membuka sebuah sarkofagus Romawi yang telah tertutup rapat selama hampir 1.700 tahun.
Penemuan langka di distrik Obuda, wilayah yang pada era Kekaisaran Romawi dikenal sebagai Aquincum, memberikan gambaran utuh tentang tradisi penguburan masyarakat Romawi kuno. Temuan tersebut pertama kali diungkapkan Museum Sejarah Budapest dan dikutip dari IDR, Jumat (12/12).
Sarkofagus batu itu ditemukan terkubur dalam kondisi tertutup rapat dengan timah cair dan dikunci lem logam, menandakan upaya khusus untuk melindungi makam dari gangguan.
Saat tutupnya diangkat, tim menemukan kerangka perempuan muda yang disertai artefak berharga, mulai dari bejana kaca, patung perunggu, hingga 140 koin yang sengaja ditempatkan sebagai bekal perjalanan akhir.
Menurut arkeolog Gabriella Fenyes, keutuhan sarkofagus ini menjadi keistimewaan utama. "Sarkofagus itu tidak pernah disentuh penjarah. Semuanya masih utuh," ujarnya Gabriella Fenyes.
Temuan semacam ini sangat jarang terjadi di kawasan tepi Sungai Danube, tempat situs-situs Romawi kerap rusak atau dijarah. Identitas perempuan yang dimakamkan terungkap melalui barang-barang pribadi di sekelilingnya, seperti jepit rambut tulang berukir, pecahan perhiasan amber, dan kain berbenang emas.
Gergely Kostyal, ahli Roma Kuno yang memimpin penggalian, menuturkan bahwa detail tersebut mengindikasikan status sosial tinggi. "Sarkofagus ini dibuat khusus dan tidak pernah digunakan ulang, sesuatu yang sudah jarang terjadi di abad ke-4," ucapnya Gergely Kostyal.
Ikatan Emosional Keluarga yang Kehilangan
Selain nilai historis, para arkeolog menyebut penemuan ini juga menyiratkan ikatan emosional keluarga yang kehilangan. "Saya masih merinding membayangkan betapa beratnya melepas wanita muda ini," tutur Fenyes.
Tim juga menemukan lapisan sedimen tebal yang menutupi sebagian makam. Mereka menduga masih ada artefak kecil yang belum terungkap.
"Kami belum menemukan perhiasan lengkap, jadi besar kemungkinan masih ada yang tertinggal di lumpur," kata Fenyes.
Penemuan di Obuda ini menjadi salah satu gambaran paling lengkap tentang praktik pemakaman Romawi di wilayah Hungaria sebuah jendela yang nyaris sempurna ke masa dua milenium silam.
Reporter Magang: Ahmad Subayu